Sidang Paripurna Hari Jadi Kuningan Ditunda, Bupati dan DPRD Tegaskan Pentingnya Kondusifitas dan Kebersamaan
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar

Img 20250831 202224
Kuningan, 31 Agustus 2025 – Suasana Kabupaten Kuningan kembali teduh setelah dinamika aksi penyampaian aspirasi yang digelar di depan Gedung DPRD. Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, SE, menegaskan bahwa Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Kuningan yang seharusnya dilaksanakan besok, resmi ditunda.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Keputusan tersebut diambil melalui koordinasi bersama Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan Ketua PHBN. Menurut Nuzul, meski persiapan acara telah matang, namun pembongkaran berbagai properti seperti sound system dan kursi membuat pelaksanaan tidak memungkinkan. “Kami sudah sepakat bersama Pak Bupati bahwa acara ditunda. Nantinya akan ada pengumuman resmi mengenai jadwal baru Hari Jadi Kuningan,” ungkapnya.
Ketua DPRD juga mengapresiasi jalannya aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib, aman, dan lancar, serta menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, LSM, TNI-Polri, dan seluruh tokoh masyarakat yang menjaga situasi tetap kondusif. “Kondusifitas Kuningan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menekankan bahwa penundaan sidang paripurna bukan sekadar teknis, melainkan bentuk tanggung jawab agar perayaan Hari Jadi Kuningan dapat benar-benar menghadirkan makna kebersamaan.
“Alhamdulillah, Kuningan kembali kondusif. Ini adalah buah dari kerja sama semua unsur: pemerintah, Forkopimda, legislatif, para tokoh agama, dan masyarakat yang mencintai kedamaian,” tutur Bupati.
Ia menambahkan, Hari Jadi Kuningan adalah milik seluruh rakyat, baik yang tinggal di kampung halaman maupun para perantau (pituin Kuningan) di berbagai penjuru negeri. “Kita ingin memastikan perayaan ini bisa dihadiri, dirasakan, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh pituin Kuningan di mana pun mereka berada,” tambahnya penuh haru.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah sebagai pengayom rakyat. “Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah sebagai sahabat, yang selalu berdiri di barisan terdepan untuk menjaga ketenteraman dan harapan rakyat. Karena kekuatan Kuningan sejatinya ada di hati rakyatnya,” tandasnya.
- Penulis: Admin