Sinergi PKK, DWP, Bank Kuningan, dan OJK: Perempuan Cerdas Finansial, Keluarga Kuat dan Mandiri
- account_circle sep
- calendar_month Sen, 27 Okt 2025
- comment 0 komentar

Plt.ketua Dpw Kuningan Rika Farliani Msi
jelajahtvnews.com,- Dalam semangat memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tahun 2025, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan berkolaborasi dengan DWP Kabupaten Kuningan, Bank Kuningan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan bertajuk “Literasi dan Inklusi Keuangan: Bijak Finansial, Aman Digital — Langkah Nyata Perempuan Melawan Kejahatan Keuangan.”
Kegiatan berlangsung di Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (27/10/2025), dan diikuti pula secara virtual oleh perwakilan PKK, DWP, serta komunitas perempuan dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

H Dodo Warda Se.mm Dirut Bank Kuningan
Plt. Ketua DWP Kabupaten Kuningan, Rika Farliani, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat pemberdayaan perempuan sekaligus keprihatinan atas meningkatnya kasus kejahatan keuangan digital.
> “Perempuan adalah penggerak utama ekonomi keluarga dan daerah. Kami berharap para peserta mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk kesejahteraan keluarga serta terhindar dari pinjaman online ilegal dan penipuan digital,” ujarnya.
Rika juga mengajak perempuan Kuningan untuk adaptif terhadap kemajuan digital, namun tetap berhati-hati dalam setiap transaksi keuangan. Ia menegaskan pesan Bupati Kuningan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi, melainkan peluang untuk tumbuh dan berdaya.
> “Perempuan yang cerdas finansial bukan hanya mampu menabung, tetapi juga menata keluarga dan bangsanya,” tambahnya.

Darma Wanita Persatuan Kuningan
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Ela Helayati, S.Sos. menekankan pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga sebagai dasar kemandirian keluarga.
> “Dengan keuangan yang dikelola baik, kita bisa terhindar dari investasi bodong, pinjol ilegal, dan kejahatan digital. Keluarga yang tangguh akan melahirkan masyarakat dan daerah yang sejahtera,” tuturnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan tingkat pinjaman online tertinggi di Indonesia, disertai angka kredit macet yang juga tinggi. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan besar yang hanya bisa diatasi melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya perempuan.
Dari dunia perbankan, Direktur Utama Bank Kuningan, H. Dodo Warda, menegaskan komitmen Bank Kuningan untuk terus berkontribusi dalam peningkatan literasi keuangan masyarakat.
> “Kami aktif memberikan edukasi ke sekolah dan kampus. Literasi keuangan adalah fondasi kesejahteraan, karena bijak mengelola uang berarti bijak menata masa depan,” ungkapnya.
Sementara Panny Malangsari dari OJK Cirebon menambahkan pentingnya budaya literasi keuangan sebagai bentuk perlindungan diri dari kejahatan finansial.
> “Jadikan literasi keuangan sebagai gaya hidup — menabung, menghindari utang konsumtif, dan berbelanja secara bijak. Dengan begitu, kita dapat membangun masa depan yang aman dan sejahtera,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan organisasi perempuan dalam membangun ekonomi keluarga yang tangguh, mandiri, dan cerdas digital.
Melalui kolaborasi ini, perempuan Kuningan diharapkan mampu menjadi agen perubahan ekonomi daerah — bukan hanya pengelola keuangan rumah tangga, tetapi juga pelopor kemandirian finansial dan ketahanan keluarga di era digital.
- Penulis: sep
