Abrasi Sungai Cipedak Ancam Jembatan Penghubung Tiga Desa di Ciniru, BPBD Kuningan Lakukan Penanganan Cepat
- account_circle sep
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar

Img 20251111 Wa0130
KUNINGAN — Bencana abrasi sungai kembali mengancam infrastruktur vital di Kabupaten Kuningan. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciniru pada Senin malam (10/11/2025) menyebabkan aliran Sungai Cipedak meluap dan menggerus struktur jembatan penghubung antar tiga desa di wilayah tersebut.

Img 20251111 Wa0126
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Dusun Cipin, Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru. Akibat derasnya arus sungai, penyangga jembatan yang menghubungkan Desa Cijemit, Desa Gunungmanik, dan Desa Pinara mengalami penurunan hingga 30 sentimeter dan retakan pada struktur utama jembatan.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak sore hari. Debit air Sungai Cipedak yang meningkat tajam membuat tanah di sekitar pondasi jembatan terkikis.
Kondisi jembatan cukup mengkhawatirkan. Ada penurunan struktur penyangga sekitar 30 cm dan retakan yang bisa berdampak pada kestabilan jembatan. Untuk sementara, jalur tersebut ditutup total demi keselamatan masyarakat,” jelas Indra Bayu.

Img 20251111 Wa0124
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, aktivitas warga menjadi terganggu karena akses kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas.
Sebagai langkah cepat, BPBD Kuningan bersama TNI, Polri, BBWS, dan aparat desa langsung melakukan assessment lapangan dan pemasangan rambu penutupan sementara dari bambu di kedua sisi jembatan.
Kami juga sudah menurunkan tim dari Pusdalops BPBD untuk melakukan kaji cepat dan menyusun langkah penanganan lanjutan, termasuk rencana kajian teknis terhadap kondisi jembatan,” tambahnya.
Saat ini, cuaca di lokasi terpantau berawan, dan aparat desa bersama BPBD terus melakukan pengawasan agar masyarakat tidak melintas di area berisiko. Pihak pemerintah desa juga telah menghimbau warga untuk waspada terhadap potensi longsor dan abrasi susulan mengingat kondisi tanah di sekitar sungai masih labil.
Bencana abrasi di Ciniru ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah yang dilalui sungai besar dan sering dilanda curah hujan tinggi.
Kami harap masyarakat tetap waspada, tidak mendekati area jembatan, dan melaporkan segera jika ada tanda-tanda kerusakan baru,” tutup Indra Bayu.
- Penulis: sep

