Kalapas Kuningan Kenalkan “Peci Peupeujeuh” dan “Jawara Api” kepada Bupati: Inovasi Pembinaan Humanis dan Aman di Lapas
- account_circle sep
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar

Bupati Dan Kalapas Kuningan Saat Silaturahmi
KUNINGAN — Upaya membangun sinergi dan memperkuat kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah terus dilakukan. Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menemui Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, pada Selasa (11/11), dalam audiensi yang penuh semangat kebersamaan dan inovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas memperkenalkan dua program unggulan hasil gagasan kreatif Lapas Kuningan, yakni “Peci Peupeujeuh” dan “Jawara Api”. Keduanya menjadi simbol transformasi pembinaan yang tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga pemberdayaan dan keamanan.
Program Peci Peupeujeuh merupakan karya warga binaan berupa peci berkualitas tinggi dengan desain khas dan jahitan rapi. Peci ini menjadi wujud nyata pelatihan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan agar produktif, mandiri, dan memiliki bekal ekonomi setelah bebas.
Melalui Peci Peupeujeuh, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri warga binaan. Mereka bukan hanya menjalani hukuman, tetapi juga berkarya, belajar, dan berkontribusi,” ujar Sukarno Ali.
Sementara itu, Program Jawara Api (Jawa Barat Aman dari Potensi Insiden) lahir dari kerja sama antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dan Dinas Pemadam Kebakaran. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan Lapas, melalui pembentukan tim tanggap darurat, pelatihan keselamatan, dan penerapan sistem mitigasi risiko yang modern.
Melalui program ini, kami ingin menjadikan Lapas sebagai lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi risiko bencana,” tambahnya.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memberikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif tersebut. Ia menilai bahwa pembinaan yang dilakukan Lapas Kuningan mencerminkan pendekatan yang humanis, produktif, dan solutif dalam membentuk warga binaan yang lebih baik.
Sinergi antara Pemda dan Lapas sangat penting. Program seperti ini bukan hanya membina, tapi juga menginspirasi bahwa setiap individu memiliki peluang untuk berubah dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Lapas Kuningan terus menunjukkan komitmennya sebagai lembaga yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan masa depan baru bagi para warga binaan.
- Penulis: sep

