Reses di PSHT Ancaran, Rokhmat Ardiyan Tegaskan Pencak Silat sebagai Benteng Moral Bangsa
- account_circle sep
- calendar_month Rab, 17 Des 2025
- comment 0 komentar

Ketua Psht Lindu Saat Menyampaikan Aspirasi
Kuningan jetvn,- Kunjungan reses Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., di Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, menjadi momentum hangat dialog kebangsaan yang sarat nilai persaudaraan dan kebudayaan. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di bawah asuhan Kang Mas Hendrawan (Mas Lindu), Selasa, 16 Desember 2026.

Poto Bersama Usai Reses Bersama Hra
Dalam arahannya, H. Rokhmat Ardiyan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada PSHT yang dinilainya telah konsisten menanamkan nilai persaudaraan sejati. Ia menegaskan, PSHT bukan sekadar perguruan pencak silat, melainkan warisan budaya bangsa dan “sekolah kehidupan” yang melahirkan generasi berakhlak, disiplin, serta berjiwa pemersatu.
“PSHT telah membuktikan perannya sebagai benteng moral generasi muda. Melalui pembinaan karakter, PSHT menjauhkan anak-anak dari bahaya narkoba dan potensi perpecahan,” ujar Rokhmat Ardiyan di hadapan warga dan keluarga besar PSHT.
Ia juga menekankan bahwa pencak silat harus menjadi jalan pengabdian, bukan ajang kesombongan. Menurutnya, seorang pesilat sejati adalah teladan di tengah masyarakat—menjunjung etika, menguatkan persatuan, dan hadir sebagai solusi sosial.
Rokhmat Ardiyan turut mengapresiasi bimbingan Mas Lindu yang dinilai berhasil menanamkan jiwa patriotisme dan semangat juang tinggi kepada para anggota PSHT. “Dari sini lahir pribadi-pribadi yang berani, santun, dan cinta tanah air,” katanya.

Hra Saat Reses Di Psht Ancaran
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan dukungan terhadap program nasional Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koperasi Merah Putih. Ia menyebutkan, program Sekolah Rakyat memiliki alokasi anggaran sekitar Rp48 juta per siswa, sebagai wujud keseriusan negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Di sela dialog reses, nilai-nilai kebangsaan terus menjadi perhatian. Pilar keempat kehidupan berbangsa—khususnya Pancasila dan UUD 1945—kerap menjadi topik diskusi dan pertanyaan masyarakat. Hal ini, menurut Rokhmat Ardiyan, menunjukkan kesadaran publik yang kian kuat akan pentingnya ideologi dan konstitusi sebagai fondasi persatuan Indonesia.
Kunjungan ini menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang perjumpaan nilai: antara wakil rakyat, budaya luhur, dan harapan masa depan bangsa.
- Penulis: sep







