Reses DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan Sapa Mahasiswa Kuningan dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
- account_circle sep
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- comment 0 komentar

Img20251217140906
KUNINGAN — Masa reses tak disia-siakan Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., untuk turun langsung menyapa denyut intelektual kaum muda. Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, ia berdialog hangat dengan mahasiswa dan aktivis organisasi kepemudaan se-Kabupaten Kuningan, Rabu (17/12/2025), di Kajene Resto.

Acara Reses HRA Dengan Mahasiswa
Kegiatan ini dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Kuningan (Uniku), Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Bakti Husada, UNISA, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan dan ekstra kampus seperti HMI, IMM, KAMI, GMNI, dan PMII. Turut hadir Dandim 0615 Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., yang menambah bobot kebangsaan dalam forum tersebut.
Dalam pemaparannya, H. Rokhmat Ardiyan menekankan bahwa bela negara bukan semata konsep normatif, melainkan laku hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia berharap mahasiswa Kuningan mampu menerjemahkan nilai-nilai luhur bela negara dengan sikap jujur, berani membela kebenaran tanpa merusak persatuan, serta hadir mengabdi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran strategis untuk memberdayakan desa, mendampingi petani, menguatkan UMKM, serta memajukan pendidikan di Kabupaten Kuningan. Merawat dan melestarikan alam juga bagian dari bela negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menguatkan persatuan di tengah perbedaan dengan menjunjung akhlak dan kearifan lokal, sekaligus membangun kemandirian melalui inovasi dan solusi nyata, termasuk menciptakan lapangan kerja sebagai bentuk kontribusi konkret bagi bangsa.
Sementara itu, dalam sambutannya, salah satu ketua mahasiswa, Rio, mengungkapkan rasa rendah hati dan canggung saat berdiri di hadapan para senior, pimpinan organisasi kampus, serta tokoh-tokoh gerakan mahasiswa yang selama ini ia hormati.
“Saya merasa canggung berdiri dan memberi sambutan, karena banyak senior dan pimpinan organisasi yang hadir, baik dari internal maupun eksternal kampus. Namun justru di ruang inilah kita dipertemukan oleh semangat kebangsaan,” ujarnya.
Rio menegaskan, kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar agenda formal. Menurutnya, mahasiswa sejatinya telah memahami substansi Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—namun forum seperti ini menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dalam praksis kehidupan sosial.
Dialog lintas generasi tersebut menjadi penanda bahwa semangat kebangsaan terus hidup di kalangan mahasiswa Kuningan, tumbuh dari kesadaran, perbedaan, dan tekad bersama untuk menjaga Indonesia
- Penulis: sep







