Jelang Hari Ibu ke-97, GOW Kuningan Tebar Bakti untuk Bangsa
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 19 Des 2025
- comment 0 komentar

Img 20251218 Wa0146
jelajahtvnews.com,- Menjelang peringatan Hari Ibu ke-97 yang jatuh pada 22 Desember 2025, semangat perjuangan dan kasih sayang perempuan kembali bergema di Kabupaten Kuningan. Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan, Hj. Rini Sujiyanti, SE, MM, bersama jajaran pengurus dan organisasi perempuan, menggelar rangkaian kegiatan sosial dan kebangsaan sebagai wujud nyata peran ibu dalam pembangunan bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubur ke Taman Makam Pahlawan Haur Duni, Kamis (18/12/2025). Ziarah ini menjadi simbol penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus refleksi bahwa perjuangan kaum perempuan hari ini adalah kelanjutan dari nilai-nilai pengorbanan, ketulusan, dan cinta tanah air yang diwariskan para pendahulu.

Img 20251218 Wa0024
Momentum peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema nasional “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut tercermin dalam setiap aktivitas yang dilakukan, menegaskan bahwa perempuan—khususnya para ibu—memiliki peran strategis tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak sosial dan penjaga masa depan bangsa.
Usai ziarah, rombongan yang juga diikuti Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan melanjutkan aksi kemanusiaan dengan donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI). Aksi ini menjadi simbol kasih sayang yang melampaui ruang domestik—kasih seorang ibu yang hadir untuk kehidupan sesama.
Lebih dari sekadar seremoni, gerakan Hari Ibu di Kuningan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, pembagian sembako, serta layanan kesehatan di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menegaskan peran ibu sebagai pendidik pertama di keluarga sekaligus pelindung kesehatan generasi penerus.
“Ibu bukan hanya sosok yang melahirkan dan membesarkan anak, tetapi perempuan yang mandiri, kuat, dan hebat. Ibu adalah bagian penting dari penerus bangsa, yang ikut membangun negara melalui keluarga, lingkungan, dan pengabdian sosial,” menjadi pesan nilai yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Img 20251218 Wa0148
Gerakan ibu-ibu Kuningan ini menjadi potret kecil dari denyut perjuangan perempuan Indonesia hari ini—penuh kasih, berdaya, berkarya, dan terus melangkah bersama menuju Indonesia Emas 2045.
Menjelang peringatan Hari Ibu ke-97 yang jatuh pada 22 Desember 2025, semangat perjuangan dan kasih sayang perempuan kembali bergema di Kabupaten Kuningan. Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan, Hj. Rini Sujiyanti, SE, MM, bersama jajaran pengurus dan organisasi perempuan, menggelar rangkaian kegiatan sosial dan kebangsaan sebagai wujud nyata peran ibu dalam pembangunan bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubur ke Taman Makam Pahlawan Haur Duni, Kamis (18/12/2025). Ziarah ini menjadi simbol penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus refleksi bahwa perjuangan kaum perempuan hari ini adalah kelanjutan dari nilai-nilai pengorbanan, ketulusan, dan cinta tanah air yang diwariskan para pendahulu.
Momentum peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema nasional “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut tercermin dalam setiap aktivitas yang dilakukan, menegaskan bahwa perempuan—khususnya para ibu—memiliki peran strategis tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak sosial dan penjaga masa depan bangsa.
Usai ziarah, rombongan yang juga diikuti Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan, Hj.Ela Helayati, SE melanjutkan aksi kemanusiaan dengan donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI). Aksi ini menjadi simbol kasih sayang yang melampaui ruang domestik—kasih seorang ibu yang hadir untuk kehidupan sesama.
Lebih dari sekadar seremoni, gerakan Hari Ibu di Kuningan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, pembagian sembako, serta layanan kesehatan di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menegaskan peran ibu sebagai pendidik pertama di keluarga sekaligus pelindung kesehatan generasi penerus.
“Ibu bukan hanya sosok yang melahirkan dan membesarkan anak, tetapi perempuan yang mandiri, kuat, dan hebat. Ibu adalah bagian penting dari penerus bangsa, yang ikut membangun negara melalui keluarga, lingkungan, dan pengabdian sosial,” menjadi pesan nilai yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Gerakan ibu-ibu Kuningan ini menjadi potret kecil dari denyut perjuangan perempuan Indonesia hari ini—penuh kasih, berdaya, berkarya, dan terus melangkah bersama menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Admin







