Cibulan Buka Ruang Inklusi, Siswa SLB Jalani Magang Perdana di Objek Wisata
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 23 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Siswa Siswi Slb Saat Menyambut Wisatawan
KUNINGAN – Berbeda dari pagi-pagi biasanya, langit di kawasan Objek Wisata Cibulan, Desa Manis Kidul, tampak cerah berseri. Sinar matahari yang lembut seolah menyambut hari dengan kehangatan, menciptakan suasana nyaman sebelum kawasan wisata dibuka untuk umum.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Pengelola Wisata Bersama Siswa Slb
Di balik gerbang, aktivitas telah dimulai. Barisan rapi para pegawai Objek Wisata Cibulan mengikuti koordinasi rutin pagi hari sebagai bentuk kesiapan pelayanan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kekompakan tim sebelum menyambut wisatawan.
Di hadapan barisan, manajer pengelola menyampaikan arahan kepada seluruh karyawan. Bukan sekadar teknis pekerjaan, arahan yang diberikan menekankan nilai keramahan, kepedulian, serta pentingnya menghadirkan pelayanan yang humanis bagi setiap pengunjung.
Suasana pagi itu terasa berbeda. Di antara barisan pegawai, tampak tiga siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Jalaksana yang turut bergabung. Kehadiran mereka bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Cibulan, menjalani program magang dan praktik lapangan sekaligus belajar bersosialisasi di lingkungan kerja nyata.
Dengan bahasa isyarah dan senyum penuh semangat, ketiga siswa tersebut mengikuti setiap arahan yang disampaikan. Meski memiliki keterbatasan, antusiasme mereka begitu terasa. Tak ada sekat maupun jarak, yang ada hanyalah semangat untuk belajar, bekerja, dan berkontribusi.
Pengelola Objek Wisata Cibulan, Iwan, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran siswa-siswi SLB Jalaksana. Menurutnya, ini menjadi pengalaman pertama bagi pengelola menerima siswa berkebutuhan khusus untuk melaksanakan magang di kawasan wisata.
“Kami merasa bersyukur. Di sini kami bisa saling menghargai dan saling belajar. Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka justru menunjukkan semangat belajar yang luar biasa,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, kehadiran siswa SLB di Objek Wisata Cibulan tidak hanya menjadi bagian dari praktik kerja, tetapi juga membawa pesan kuat tentang nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keberanian membuka ruang inklusi di sektor pariwisata.
Pagi itu, Cibulan tak hanya menyuguhkan keindahan alam dan kejernihan mata airnya, tetapi juga menghadirkan pelajaran berharga tentang kebersamaan, empati, dan harapan—bahwa setiap individu memiliki ruang untuk tumbuh dan dihargai.
- Penulis: Admin
