Cegah Stunting Dinkes Kuningan Bagikan Ratusan Ribu Saset Susu Kepada Balita Jelang Akhir Tahun
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 24 Des 2025
- comment 0 komentar

Balita Stunting Saat Minum Susu
jelajahtvnews.com,- Pemerintah daerah Melalui Dinas kesehatan kabupaten Kuningan , terus menguatkan langkah pencegahan stunting melalui program pemeriksaan kesehatan dan pembagian susu bagi balita stunting. Program ini menargetkan 3.775 balita usia 1–5 tahun, dan dilaksanakan secara bertahap dengan jumlah total susu yang dibagikan mulai 3 November hingga 1 Desember.

Balita Stunting Saat Menerima Bantuan Susu
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Dalam , dr. Martono MARS, Yang diwakili Oleh dr.Agah Nugraha, MKM, selaku Sub Koorkega dan Giza, Rabu 24 Desember 2026 Menyampaikan,
Pelaksanaan kegiatan difokuskan di dua rumah sakit rujukan, yakni RSUD 45 dan RSUD Linggajati. Dari total sasaran, sebanyak 1.997 balita menjalani pemeriksaan di RSUD 45, sementara 1.602 balita lainnya diperiksa di RSUD Linggajati, sehingga total penerima layanan mencapai 3.599 balita stunting. Dengan total susu sebanyak 226 337 Saset Susu.
Setiap harinya, kapasitas pemeriksaan cukup signifikan. Di RSUD 45, petugas kesehatan mampu melayani hingga 96 balita per hari, sedangkan di RSUD Linggajati mencapai sekitar 80 balita per hari, yang berlangsung selama 21 hari pelayanan efektif. Balita dari desa-desa yang telah menjalani pemeriksaan di rumah sakit juga mendapatkan bantuan susu sebagai bagian dari intervensi gizi.

Dr.agah Nugraha Mkm Saat Monitoring Di Rsud 45
Program ini terlaksana berkat kerjasama Dinkes kesehatan ( Puskesmas ) Melalui petugas Gizi dan Bidan Desa dengan Desa yang terdapat balita Stunting, untuk merujuk balita tersebut ke RSUD 45 dan RSUD Linggarjati.
Setelah pemeriksaan, setiap balita sasaran menerima susu khusus stunting dengan ketentuan konsumsi 3 kali sehari atau 3 saset per hari, yang diberikan selama 21 hari berturut-turut.
Kegiatan ini dikhususkan bagi balita stunting usia di atas satu tahun hingga lima tahun, sebagai kelompok usia emas yang membutuhkan intervensi gizi berkelanjutan. kecamatan Cigandamekar dan Garawangi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah balita stunting terbanyak dalam program ini.
Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh petugas gizi puskesmas, yang berperan penting dalam pemeriksaan status gizi, pendampingan keluarga, serta edukasi pola konsumsi gizi seimbang kepada orang tua balita.
Melalui program pembagian susu dan pemeriksaan kesehatan ini, diharapkan status gizi balita dapat meningkat secara bertahap, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menekan angka stunting dan mewujudkan generasi Kuningan yang sehat, kuat, dan berkualitas.
- Penulis: Admin







