Satu Nafas Sumatra: Komunitas Kuningan Bersatu Galang Dana untuk Korban Banjir
- account_circle sep
- calendar_month Jum, 26 Des 2025
- comment 0 komentar

Aksi Peduli Sumatra Dari Kuningan
jelajahhtvnews.com,- Kepedulian kemanusiaan kembali bergema dari Kabupaten Kuningan. Melalui gerakan bertajuk “Satu Nafas Sumatra”, berbagai elemen masyarakat bersatu menggelar penggalangan dana dan donasi buku untuk membantu para korban banjir di Sumatra.

Dari Kuningan Untuk Sumatra
Aksi solidaritas ini akan dilaksanakan di Lapangan Pandapa Paramarta, pada Minggu, 28 Desember 2025, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum Kuningan dan sekitarnya, melibatkan komunitas seni, pemuda, lingkungan, pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga donatur individu dan institusi lokal.
Selain penggalangan dana, kegiatan ini juga menginisiasi Donasi Komunitas Literasi (Buku), yakni menghimpun dan menyalurkan buku bacaan layak pakai bagi anak-anak. Buku-buku tersebut akan didistribusikan ke taman baca, sekolah darurat, dan komunitas literasi yang membutuhkan.
Kang Dadan Owner saung Kopi Hawu, menuturkan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kolektif terhadap sesama yang tengah dilanda musibah.
“Penggalangan dana ini adalah wujud kepedulian terhadap manusia yang sangat membutuhkan bantuan. Di sini, komunitas hadir bersama—mulai dari komunitas sepeda BMX, komunitas seni budaya, Mapala, hingga para pelaku seni lainnya—bersatu untuk Sumatra,” ujarnya.
Melalui medium seni dan kolaborasi lintas komunitas, Satu Nafas Sumatra tidak hanya bertujuan menggalang bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang kepedulian lingkungan dan kelestarian alam. Pesan tersebut dikemas secara kreatif agar mudah diterima oleh masyarakat luas.
Rangkaian acara akan diisi dengan aksi simbolik, pertunjukan seni, flashmob musik, pembacaan puisi, tari kontemporer, hingga live painting sebagai simbol solidaritas. Acara juga menghadirkan penampilan talenta lokal serta interaksi langsung dengan audiens untuk mendorong partisipasi donasi berkelanjutan.
Gerakan ini menjadi bukti bahwa solidaritas tidak mengenal jarak. Dari Kuningan, doa, karya, dan kepedulian mengalir menyatu—satu nafas untuk Sumatra.
- Penulis: sep







