Romantika Bakery: Dari Roti Berkualitas, Menggerakkan UMKM dan Menguatkan Ekonomi Lokal Kuningan
- account_circle sep
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Romantika Bakeri 9 Varian Rasa
Kuningan — Di tengah geliat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Romantika Bakery hadir bukan sekadar sebagai produsen roti, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang menanamkan nilai gizi, kualitas, dan kebermanfaatan sosial.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dapur Romantika Bakery
Owner Romantika Bakery, Lena Herlina, menuturkan bahwa usaha yang ia rintis berangkat dari permintaan langsung konsumen akan produk roti yang benar-benar berkualitas, bergizi, dan bebas bahan pengawet.
“Kami bergerak di bidang roti karena ada kebutuhan dari customer. Mereka menginginkan roti yang bahannya aman, tanpa pengawet, dan bergizi ketika dikonsumsi masyarakat,” ujar Lena.
Dengan mengedepankan kualitas, Romantika Bakery mampu memproduksi sekitar 8.000 roti per hari, bahkan pada kondisi tertentu bisa mencapai hingga 14.000 roti per hari, menyesuaikan permintaan pasar dan kapasitas peralatan produksi yang tersedia.

Bahan Kue Siap Untuk Di Open
Tak hanya fokus pada produk, Romantika Bakery juga memberdayakan sumber daya lokal. Dalam operasionalnya, usaha ini melibatkan mahasiswa sebagai pekerja kasual harian, memberikan tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban orang tua.
Selain itu, Romantika Bakery turut membuka ruang bagi ibu-ibu UMKM dan pelaku ekonomi kecil, agar tetap produktif dan mandiri.
“Minimal ibu-ibu tidak hanya sekadar berkumpul, tapi bisa bermanfaat dan produktif lewat UMKM, khususnya di bidang makanan,” tambahnya.
Dalam pengembangan usaha, Lena juga menekankan pentingnya UMKM mampu membaca kebutuhan pasar (market). Menurutnya, pelaku UMKM harus menyesuaikan produk dengan permintaan konsumen, termasuk peluang pasar yang sedang berkembang seperti kebutuhan makanan bergizi untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Tak kalah penting, Romantika Bakery menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, kebersihan tempat produksi, hingga penggunaan perlengkapan higienis seperti penutup rambut, sarung tangan, dan pakaian kerja khusus, semuanya dijalankan demi menjaga keamanan pangan.
Untuk varian rasa, Romantika Bakery menghadirkan beragam pilihan favorit seperti abon, cokelat, keju, dan stroberi, yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Segmentasi pasarnya pun luas, mulai dari anak muda (ABG), travel agent, hingga kebutuhan berbagai event dan kegiatan.
Meski belum memiliki outlet tetap, pemasaran Romantika Bakery saat ini mengandalkan sistem by request dan promosi dari mulut ke mulut, yang justru membuktikan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produknya.
Di akhir, Lena menyampaikan harapannya agar para pemangku kepentingan, khususnya pengelola program MBG, memprioritaskan makanan sehat dan bergizi dari UMKM lokal.
“Makanan ini akan dikonsumsi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Saya berharap yang diprioritaskan adalah makanan yang benar-benar sehat, bergizi, dan aman,” pungkasnya.
Romantika Bakery pun terus melangkah, merajut cita rasa, memberdayakan UMKM, dan menumbuhkan perekonomian lokal dari dapur sederhana penuh dedikasi.
- Penulis: sep
