Buruh Harian Lepas Ditemukan Meninggal di Sawah Garawangi, Warga Terkejut
- account_circle sep
- calendar_month Minggu, 28 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lokasi Penemuan Jenazah Di Citiusari
jelajahtvnews.xom,- Duka menyelimuti warga Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Seorang buruh harian lepas bernama DR (60) ditemukan meninggal dunia di area persawahan Blok Sumur Girang, Dusun Wage, RT 05 RW 02, Minggu pagi (sekitar pukul 05.30 WIB).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh Suryana (65), seorang petani setempat yang hendak mengolah sawah. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 05.20 WIB, saksi melihat seorang laki-laki tergeletak di tengah persawahan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Sontak, temuan tersebut mengejutkan warga sekitar.
Menyadari kondisi tersebut, saksi segera melaporkan kejadian itu kepada Pemerintah Desa Citiusari sekitar pukul 06.00 WIB. Laporan kemudian diteruskan kepada Babinsa Koramil 1513 Garawangi dan Piket Polsek Garawangi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Petugas gabungan bersama perangkat desa tiba di lokasi sekitar pukul 06.10 WIB guna melakukan pengecekan awal.
Karena identitas korban belum diketahui, aparat desa berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Purwasari dengan mencocokkan ciri-ciri pakaian korban melalui dokumentasi foto. Hasil identifikasi memastikan bahwa korban merupakan warga Dusun Puhun, RT 016 RW 004, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi.
Sekitar pukul 06.40 WIB, Tim Inafis Polres Kuningan datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memasang garis polisi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Usai proses identifikasi, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Purwasari dan diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 07.00 WIB untuk dimakamkan. Keluarga korban menyampaikan bahwa almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan sejak Sabtu sore sebelumnya telah meninggalkan rumah.
Atas pertimbangan tersebut, pihak keluarga menolak dilakukan tindakan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Kami menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” ujar perwakilan keluarga korban kepada petugas.
Selama proses penanganan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah desa telah melaksanakan prosedur sesuai ketentuan hingga jenazah sepenuhnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman
- Penulis: sep
