Pemkab Kuningan Terima 337 Alsintan dari Kementan, Produksi Beras Surplus Hampir 120 Ribu Ton
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penyerahan Alsintan Di Kic
KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah dan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan penguatan swasembada pangan tahun 2025.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Foto Bersama Usai Penyerahan Alasintan
Penyerahan alsintan dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, di Halaman Sekretariat Daerah KIC Kabupaten Kuningan, dan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa bantuan alsintan tidak semata berbentuk sarana fisik, melainkan bagian dari strategi besar modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, mempercepat proses tanam dan panen, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Alsintan ini adalah alat perjuangan petani. Dengan teknologi yang tepat, kita mendorong percepatan tanam dan panen, menekan kehilangan hasil, serta memastikan produktivitas lahan terus meningkat,” ujar Bupati.
Bupati Dian juga memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. Menurutnya, Diskatan mampu menjaga sektor pertanian tetap bergerak maju meski di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Pemkab Kuningan Mendapat Bantuan Alsintan
“Kinerja Diskatan menunjukkan bahwa dengan integritas, konsistensi, dan keberpihakan kepada petani, keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk mencatatkan prestasi. Inilah birokrasi yang hadir di lapangan dan memberikan solusi nyata,” tegasnya.
Bupati Dian memaparkan, kinerja sektor pertanian Kabupaten Kuningan mencatat capaian yang sangat menggembirakan. Produksi beras terus meningkat dari 224 ribu ton pada 2023, naik menjadi 225 ribu ton pada 2024, dan melonjak signifikan pada 2025 hingga menembus angka lebih dari 254 ribu ton. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 134 ribu ton, Kuningan kembali mencatat surplus beras hampir 120 ribu ton.
Capaian tersebut ditopang oleh luas tanam dan panen sekitar 64 ribu hektare, melampaui target provinsi, dengan produktivitas rata-rata lebih dari 61 kuintal per hektare. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi iklim yang kondusif, peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan, penguatan irigasi, serta pemanfaatan alsintan secara masif dan tepat guna.
Sementara itu, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kabupaten Kuningan menerima 9 jenis alsintan dengan total 337 unit senilai hampir Rp10 miliar dari Kementerian Pertanian RI.
“Bantuan ini menjadi tulang punggung percepatan mekanisasi pertanian di Kuningan, sekaligus mendorong efisiensi biaya produksi dan percepatan tanam dan panen di tingkat petani,” jelasnya.
Alsintan tersebut meliputi combine harvester, crawler traktor, traktor roda empat dan roda dua, rice transplanter, hand sprayer, power thresher, pompa air, serta corn sheller. Untuk penyerahan kali ini, alsintan disalurkan kepada 34 kelompok tani di 34 desa pada 22 kecamatan.
Selain mekanisasi, Diskatan juga memprioritaskan penguatan irigasi. Sepanjang 2025, optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), pembangunan irigasi perpompaan, perpipaan, dam parit, dan embung. Upaya ini berhasil meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230.
Pada tahun yang sama, Kabupaten Kuningan juga merealisasikan pembangunan 138 titik RJIT melalui fasilitasi BBWS Cimanuk Cisanggarung dan BBWS Citanduy.
“Kami memadukan alsintan dengan infrastruktur irigasi agar produksi pangan lebih stabil, tidak bergantung musim, dan berkelanjutan,” tambah Wahyu.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga melaporkan bahwa Kabupaten Kuningan mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI atas kontribusinya terhadap peningkatan produksi padi Jawa Barat, yang pada 2025 mencapai 10,2 juta ton GKG, sementara produksi nasional tercatat 60,37 juta ton GKG.
Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku utama pertanian, Pemkab Kuningan optimistis sektor pertanian akan terus menjadi penggerak ekonomi daerah, sejalan dengan semangat Kuningan MELESAT menuju pertanian yang kuat, mandiri, dan berdaulat.
- Penulis: Admin
