Antara Janji dan Aksi: Refleksi Sejarah Kuningan Sambut Awal 2026
- account_circle Admin
- calendar_month Ming, 4 Jan 2026
- comment 0 komentar

Jetvnes
KUNINGAN – Memasuki awal tahun 2026, refleksi sejarah kembali mengemuka seiring peringatan perjalanan Kuningan yang telah melampaui usia lima abad. Sejarah mencatat, sekitar 527 tahun silam, setiap pergantian masa selalu diiringi narasi besar tentang perubahan, kemakmuran, dan tatanan baru. Namun, realitas di lapangan kerap menuntut lebih dari sekadar kata-kata.
Dalam catatan sejarah dan tradisi tutur masyarakat Sunda, pergantian waktu pada masa awal berdirinya Kuningan bukan hanya momentum seremonial, melainkan fase krusial yang menguji integritas kepemimpinan, ketahanan sosial, serta kesadaran rakyat. Janji-janji penguasa kala itu sering menjadi ujian: apakah diwujudkan dalam kebijakan nyata atau berhenti sebagai retorika kekuasaan.
Pola tersebut dinilai masih relevan hingga hari ini. Memasuki 2026, masyarakat kembali dihadapkan pada derasnya narasi perubahan yang bergema di ruang publik, baik melalui kebijakan, pernyataan resmi, maupun media digital. Tantangan utama bukan pada banyaknya janji, melainkan pada kemampuan publik untuk membedakan komitmen nyata dan sekadar retorika awal tahun.
Kesadaran sejarah menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak euforia sesaat. Sejarah 527 tahun lalu mengajarkan bahwa kemajuan hanya lahir ketika kata-kata diikuti tindakan, dan ketika masyarakat berani bersikap kritis tanpa kehilangan etika.
Di sisi lain, momentum awal tahun juga menjadi ujian bagi para pemangku kebijakan. Kepemimpinan dituntut tidak sekadar menghadirkan wacana besar, tetapi memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, menjaga kearifan lokal, serta memperkuat keadilan sosial.
Refleksi ini menjadi pengingat bahwa pergantian tahun bukan hanya soal angka, melainkan kesempatan membangun kesadaran kolektif. Sejarah tidak untuk diulang secara utuh, tetapi untuk dipelajari agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang dalam wajah yang berbeda.
Dengan bercermin pada perjalanan panjang Kuningan, awal 2026 diharapkan menjadi titik tolak lahirnya kepemimpinan yang konsisten antara ucapan dan tindakan, serta masyarakat yang lebih sadar, kritis, dan berdaya dalam mengawal arah pembangunan daerah.
- Penulis: Admin







