Dari Pelantikan: Bupati Kuningan Tegaskan Jabatan Adalah Amanah dan Jembatan Pelayanan Publik
- account_circle sep
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Sat Membacakan Sumpah Jabatan
jelajahtvnews.com,- Sebanyak 150 pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi dilantik oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Selasa (6/1/2026), di kawasan Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Pelantikan Pejaba Kuningan Di Krk
Pemilihan ruang terbuka hijau sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda dari biasanya. Di tengah alam yang terjaga, pelantikan ini sarat makna simbolik tentang keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan—sebuah refleksi dari komitmen Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa pelantikan ratusan pejabat ini merupakan hasil dari proses panjang dan kehati-hatian, yang berlandaskan regulasi serta prinsip meritokrasi. Tidak ada ruang bagi kepentingan di luar profesionalisme.
Pelantikan hari ini bukan karena preferensi lain, melainkan murni berdasarkan profesionalisme, kelayakan, rekam jejak, dan kinerja. Ini hasil kajian Tim Baperjakat, rekomendasi Gubernur, Inspektorat Provinsi, hingga pertimbangan teknis BKN,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Dian mengingatkan bahwa jabatan bukanlah puncak karier, melainkan titik awal pengabdian. Ia mengibaratkan para pejabat sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
Jika jembatan itu rapuh, masyarakat tidak akan percaya. Namun jika dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan etos kerja, maka kepercayaan publik akan tumbuh,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan birokrasi tidak diukur dari tebalnya laporan atau indahnya retorika, tetapi dari kepuasan masyarakat atas layanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan.
Dalam arahannya, Bupati Dian menetapkan sejumlah target strategis bagi para pejabat yang baru dilantik, di antaranya peningkatan kinerja organisasi yang nyata dan terukur, dengan sistem evaluasi objektif yang dilakukan secara berkala setiap semester. Selain itu, ia mendorong lahirnya budaya kerja kolaboratif lintas perangkat daerah, inovasi pelayanan yang memudahkan masyarakat, serta menjadikan kebutuhan publik sebagai kompas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Tak kalah penting, Bupati menegaskan perlunya perubahan pola pikir birokrasi agar lebih empatik, responsif, dan adaptif terhadap dinamika zaman.
“Pola lama yang kaku dan terlalu prosedural harus mulai kita ubah. Masyarakat hari ini menuntut pelayanan yang cepat dan tepat,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Jauhi segala bentuk penyimpangan dan kecerobohan. Jadikan jabatan ini sebagai ladang amal dan ruang dedikasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, dan berkeadilan,” pungkasnya.
- Penulis: sep
