Langkah Nyata Lawan Stunting: Rujukan Balita dan PKMK Berdampak Signifikan Di Kuningan
- account_circle sep
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

Dr Agah Nugrahas.k.m Kabid Yankes Kuningan
jelajahtvnews.com,- Penanganan stunting melalui rujukan balita ke rumah sakit serta pemberian PKMK (program pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) Seperti Susu, memberikan dampak yang signifikandan terhadap Balita stunting dan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Dinas Kesehatan kabupaten Kuningan Melalui Ketua pelaksana kegiatan program rujukan balita stunting dr.Agah Nugraha, yang hari ini mendapat promosi sebagai kabid yankes, menyampaikan, Rabu 7 Januari 2026.
Berdasarkan hasil analisis rujukan stunting dari 36 Puskesmas ke rumah sakit rujukan, ribuan balita tercatat mengalami perbaikan kondisi kesehatan dan status gizinya.
Sepanjang periode pemantauan, selama November – Desember 2025 Kemaren, sebanyak 3.599 balita stunting yang dirujuk ke dua rumah sakit daerah, yakni RSUD 45 Kuningan sebanyak 1.997 balita dan RSUD Linggajati sebanyak 1.602 balita.
Rujukan ini menjadi bagian dari langkah serius pemerintah daerah dalam memastikan balita stunting mendapatkan penanganan medis yang tepat dan berkelanjutan.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah penyakit penyerta yang kerap dialami balita stunting.
Anemia menjadi kasus terbanyak dengan 1.097 balita atau 30,48 persen, disusul kondisi growth faltering atau perlambatan pertumbuhan sebanyak 767 balita (21,21 persen). Selain itu, terdapat 397 balita (11,03 persen) yang menderita tuberkulosis, baik suspek maupun dalam masa terapi.
Kasus lain yang turut ditemukan meliputi kelainan kongenital seperti penyakit jantung bawaan, Down Syndrome, mikrosefali, hingga thalasemia sebanyak 180 balita (5 persen). Sementara balita dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat 71 kasus (1,97 persen), serta limfadenopati sebanyak 46 balita (1,28 persen).
Meski demikian, intervensi yang dilakukan membuahkan hasil signifikan.
Kabid juga menyampaikan, Alhamdulilah, Sebanyak 2.078 balita atau 57,7 persen mengalami kenaikan berat badan, sementara 81 persen balita menunjukkan peningkatan tinggi badan, menandakan perbaikan pertumbuhan yang nyata.
Tak hanya itu, perubahan status gizi juga menjadi indikator keberhasilan program. Tercatat 128 balita yang semula berstatus gizi buruk meningkat menjadi gizi kurang, ujarnya.
Lebih lanjut Kabid Yankes Menambahkan, 1.216 balita berhasil beranjak dari gizi kurang menjadi gizi baik. Pada aspek tinggi badan, 793 balita berubah dari sangat pendek menjadi pendek, dan 373 balita berhasil mencapai status normal dari kondisi pendek.
Dan Capaian ini tentunya, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Puskesmas, rumah sakit rujukan, serta dukungan lintas sektor mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting.
Pemerintah daerah pun terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat pencegahan dan penanganan stunting demi mewujudkan generasi Kuningan yang sehat, kuat, dan berkualitas. Ujar Kabid Yankes dr.Agah Nugraha menyampaikan kepada jelahtvnews.com
- Penulis: sep







