Ciremai Terancam Bencana: Tim Gakum Jabar Kantongi Bukti Kerusakan Alam
- account_circle sep
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Jetv
jelajahtvnews.com,- Gunung Ciremai tidak runtuh dalam satu malam. Ia dilukai perlahan, sistematis, dan nyaris tanpa pengawasan yang memadai.
Fakta inilah yang mengemuka setelah tim penegakan hukum yang diturunkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat melakukan penelusuran di sejumlah titik kawasan Gunung Ciremai.

Tim Gakum Provinsi Jabar Bersama Alamku
Di balik kabut yang menyelimuti lereng, tim menemukan jejak pembukaan lahan yang tak memiliki dasar izin jelas. Area yang semestinya berstatus lindung berubah menjadi hamparan tanah terbuka. Vegetasi hilang, kontur alam diratakan, dan bekas alat berat maupun penebangan manual masih terlihat nyata.
Temuan ini memperkuat dugaan adanya aktivitas ilegal yang berlangsung cukup lama tanpa penindakan serius.
Tak hanya hutan yang dikorbankan, sistem tata kelola air pun ikut rusak. Jalur-jalur alami aliran air terputus, mata air menyusut, dan daerah resapan kehilangan fungsi.
Air hujan yang seharusnya diserap tanah kini mengalir liar, membawa lumpur dan potensi bencana ke wilayah bawah. Kondisi ini menjadi ancaman langsung bagi desa-desa penyangga Ciremai yang bergantung pada kestabilan ekosistem gunung.
Yang paling mengkhawatirkan, tim juga mendapati indikasi kuat pembalakan liar. Sejumlah pohon besar ditebang tanpa prosedur, menyisakan tunggul-tunggul tua yang membisu. Kayu diduga diangkut keluar kawasan melalui jalur tidak resmi, menunjukkan adanya pola kerja terorganisir, bukan sekadar pelanggaran sporadis.
Instruksi Gubernur Jawa Barat menurunkan tim penegakan hukum
Bersama Aliansi masyarakat Kuningan ( Alamku ) menjadi sinyal bahwa kerusakan ini tidak lagi bisa ditutup dengan alasan ketidaktahuan. Aparat kini mengumpulkan data, memetakan titik pelanggaran, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat—baik pelaku lapangan maupun aktor di balik layar.

Tim Gakum Provinsi Bersama jajaran Alamku dan polsek
Gunung Ciremai adalah kawasan strategis ekologis. Ia menopang ratusan ribu penduduk melalui air, udara, dan keseimbangan alam. Setiap pohon yang tumbang secara ilegal, setiap lahan yang dibuka tanpa kendali, adalah ancaman nyata terhadap keselamatan manusia.
Jika pelanggaran ini dibiarkan, maka bencana bukan lagi kemungkinan, melainkan keniscayaan. Longsor, banjir bandang, dan krisis air hanyalah soal waktu. Tim penegakan hukum menegaskan, proses hukum akan dijalankan tanpa kompromi sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap alam dan generasi mendatang.
Gunung Ciremai kini berada di persimpangan: diselamatkan melalui penegakan hukum yang tegas, atau terus dibiarkan terluka oleh kepentingan yang mengabaikan keberlanjutan. Alam telah memberi tanda. Pertanyaannya, apakah manusia bersedia mendengar sebelum semuanya terlambat?
- Penulis: sep
