Langkah Sunyi Kang Dedi di Kaki Ciremai, Tegas Menjaga Alam Kuningan
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kdm Saat Sidak Di Pada Beunghar
jelajahtvnews.com,- Di kaki Gunung Ciremai, tempat hutan seharusnya bernapas dan mata air menjaga kehidupan, langkah itu datang tanpa bunyi.
Tanpa seremoni, tanpa pengumuman.
Kamis (15/1), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir diam-diam di Kabupaten Kuningan, menyusuri jejak-jejak aktivitas yang diduga menggerogoti alam.
Di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, suara batu yang terbelah dan tanah yang terbuka menjadi saksi. Kamera merekam, publik menyaksikan. Kang Dedi—sapaan akrab sang gubernur—menyapa langsung para pekerja penggalian batu. Suaranya tenang, namun pesannya tegas: Gunung Ciremai bukan untuk dilukai.
“Disangkanya saya tidak akan diam-diam. Saya sidak ke sini tanpa pemberitahuan. Siapa pun yang merusak Gunung Ciremai, besar atau kecil, akan saya tindak,” ucapnya, menatap kaki gunung yang selama ini menjaga Kuningan dari dahaga dan bencana.
Ciremai bukan sekadar lanskap. Ia adalah penyangga kehidupan, penjaga air, dan warisan bagi generasi yang belum lahir. Karena itu, Kang Dedi menegaskan, setiap aktivitas yang merusak ekosistem, mengganggu sumber air, dan membuka jalan bagi bencana, tak akan diberi ruang untuk bersembunyi.
Nada tegas itu sempat mencair oleh canda singkat. Kang Dedi bertanya, mengapa aktivitas tersebut bisa “ketahuan”. Seorang pekerja menjawab sederhana: karena kedatangan itu benar-benar mendadak. Namun di balik tawa kecil, pesan besarnya tak berubah—alam tak pernah bisa dibohongi terlalu lama.
Inspeksi mendadak ini kembali membuka mata publik tentang ancaman nyata di kawasan kaki Gunung Ciremai. Lebih dari sekadar sidak, langkah ini dibaca sebagai peringatan keras sekaligus janji: Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdiri di barisan penjaga alam.
Di tanah Kuningan, pesan itu menggema jelas—Gunung Ciremai bukan milik hari ini saja, melainkan titipan untuk masa depan.
- Penulis: Admin







