Langkah Sunyi KDM Menyentuh Hati Warga Kaduela Bernama Sakim
- account_circle Sep
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kdmbantu Warga Kaduela Untuk Membeli Kambing
jelajahtvnews com,- Di kaki Gunung Ciremai, tempat hutan seharusnya bernapas dan mata air menjaga kehidupan, sebuah langkah datang tanpa bunyi.
Tanpa seremoni. Tanpa pengumuman.
Hanya jejak kesadaran yang bergerak pelan menyusuri alam.
Kamis (15/1), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir diam-diam di Kabupaten Kuningan. Inspeksi mendadak itu bukan sekadar kunjungan, melainkan ikhtiar menjaga titipan alam dari tangan-tangan yang diduga mulai menggerogoti keseimbangannya.
Kang Dedi sapaan akrabnya menyapa langsung para pekerja penggalian batu. Suaranya tenang, tak meninggi, namun sarat makna. Pesannya jelas dan tegas: Gunung Ciremai bukan untuk dilukai.
Dalam perjalanan sidak yang senyap itu, pandangan Kang Dedi tertuju ke Desa Kaduela, tepatnya Telaga Biru Cicerem.
Di tempat yang airnya memantulkan langit dan harapan, suasana berubah hangat. Dengan gaya sederhana dan canda khasnya, KDM berdialog ringan seputar lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Di sanalah perhatiannya tertambat pada seorang warga bernama Sakim. Tanpa panggung, tanpa sorotan berlebih, Kang Dedi menitipkan kepedulian.
Melalui Direktur BUMDes Aryakamuning, Iim Ibrahim, Gubernur Jawa Barat menitipkan uang kadeudeuh sebesar Rp5 juta untuk Pak Sakim, agar digunakan membeli kambing sebagai penguat ekonomi keluarga. Bantuan tersebut ditransfer melalui bank dan langsung diserahkan kepada Pak Sakim—sebuah bantuan kecil nilainya, namun besar maknanya.
Iim Ibrahim menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas perhatian Gubernur Jawa Barat.
Kami bersyukur, meski hanya sebentar, Kang Dedi berkenan singgah di Kaduela dan membantu langsung warga kami,” Direktur BUMDES Iim Ibrahim, ujarnya.
Desa Kaduela sendiri Selain memiliki wisata Telaga biru Cicerem dan Sidlenad, Kaduela menyimpan jejak sejarah para leluhur dari Eyang Jenggala Manik, Syekh Abdullah Iman, hingga tokoh-tokoh besar lainnya.
Kunjungan ini seolah menjadi penanda bahwa titik-titik kearifan lokal, seni budaya, dan sejarah masih memiliki ruang untuk dirawat bersama.
Sebab menjaga alam bukan hanya soal hutan dan gunung, tetapi juga tentang manusia, martabat, dan nilai-nilai yang hidup di dalamnya.
- Penulis: Sep








