Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Jejak Sumpah Cakraningrat: Dari Runtuhnya Ciputri hingga Lereng Ciremai

Jejak Sumpah Cakraningrat: Dari Runtuhnya Ciputri hingga Lereng Ciremai

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

jelajahtvnews com,- Keinginan itu telah lama bersemayam di benak Prabu Cakraningrat. Hasrat untuk mempersunting sang putri
bukan sekadar urusan perasaan,
melainkan bagian dari pusaran kuasa dan takdir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Singkat cerita, pertemuan pun terjadi.Di hadapan sang prabu,
sang putri menyatakan kesediaannya untuk disunting.
Namun dari pertemuan itu,

sejarah mulai bergeser.
Jimatan Prabu Cakraningrat berhasil dilumpuhkan.
Pertahanan Sungai Ciputri
yang selama ini menjadi benteng alam Galuh perlahan runtuh.
Air yang dahulu menjaga,
kini membuka jalan.

Pasukan gabungan dengan mudah menyeberang, menyusuri aliran Ciputri, lalu menggempur Galuh
hingga ibu kotanya, Indrakila,
jatuh dalam pendudukan.

Meski demikian, Prabu Cakraningrat
tak memilih jalan menyerah.
Ia berpantang tunduk
dan menolak untuk masuk Islam.
Dengan kekuatan gaib,
istana pun dipindahkan ke wilayah Pasawahan,
ke sebuah kawasan hutan larangan
yang dikenal sebagai Lebak Rendeu.

Dari tempat itu, Prabu Cakraningrat melontarkan tantangan
kepada Prabu Cakrabuana.
Ia bersumpah akan menggoda rakyat Cirebon dan Kuningan
agar berpaling dan menjadi pengikutnya,
dengan iming-iming harta dan kekayaan duniawi.
Hingga kini, Lebak Rendeu masih kerap didatangi
mereka yang mencari kekayaan gaib.

Usai penyerangan ke Galuh,
Pangeran Kuningan bersama pasukan dari Luragung
tidak kembali ke daerah asal.
Mereka memilih meneruskan peperangan,
mengarah ke Indramayu,
wilayah yang kala itu dipimpin
oleh raja Hindu bernama Prabu Wira Lodra.

Niat tersebut mendapat halangan
dari Pangeran Cakrabuana.
Dalam titahnya, ia menyampaikan:
“Wong Dermayon sangar raine, alus atine.
Wong Kuningan bli nurut parentah wong tua.”

Namun titah itu kembali diabaikan.
Pasukan Kuningan tetap melanjutkan serangan.
Prabu Wira Lodra berhasil mengelak
dari kepungan pasukan.
Ia melarikan diri ke Caruban Nagari
dan di hadapan Pangeran Cakrabuana
menyatakan diri masuk Islam.

Sementara itu,
pasukan Kuningan diterjang air bah.
Sebagian besar tersapu arus,
terhanyut hingga ke Laut Jawa.
Sisa pasukan yang selamat,
termasuk Pangeran Kuningan,
akhirnya kembali ke Luragung.

Berbeda dengan mereka,
pasukan gabungan yang setia
pada titah Mbah Kuwu
tidak ikut menyerang Indramayu.
Mereka kembali ke Cirebon,
dan mendapat perintah baru:
memperkuat negeri melalui ilmu dan laku spiritual.

Di lereng Gunung Ciremai,
pembangunan padepokan pun diteruskan.
Syekh Maulana Makdum Ibrahim
menetap di Janggala Manik, Kaduela.

Ki Mangun Tapa
menyepi di Lembah Singkup.
Pangeran Sapujagat
bersemayam di Pasarean, Pasawahan.

Langkah-langkah itu menjadi penopang
eksistensi Kerajaan Islam Cirebon,
di tengah gejolak zaman dan peralihan keyakinan.

Kini, di wilayah Desa Kaduela,
sisa-sisa peninggalan perjalanan
pasukan Prabu Siliwangi
dan pasukan Ewangga
masih dapat dijumpai.

Jejaknya mungkin senyap,
namun kisahnya terus hidup,
menjadi pengingat
bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu,
melainkan warisan yang terus bernafas
di tanah dan ingatan masyarakatnya.

Cerita : Diambil dari sumber Sejarah Desa Kaduela.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam Rangka Peningkatan Mutu dan Kualitas Guru Disdikbud Kuningan Buka Webiner Ruang Guru

    Dalam Rangka Peningkatan Mutu dan Kualitas Guru Disdikbud Kuningan Buka Webiner Ruang Guru

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,-Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menggelar acara Webiner Rmah guru (Ruang Peningkatan Mutu dan Akhlak Guru) dalam program Sekolahku Keren. Minggu 21 Maret 2025 di SMPN 3 Kuningan.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Menurut […]

  • Sekda Kuningan Bersama Kadis Putr

    Jelang Lebaran, Pemkab Kuningan Prioritaskan Penanganan Banjir dan Perbaikan Jalan

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    Kuningan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Kuningan mempercepat penanganan infrastruktur, khususnya pada titik rawan banjir dan ruas jalan strategis. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., bersama jajaran Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (LH), serta Camat setempat, meninjau langsung kondisi Jalan Ir. Soekarno menuju Komplek Setda Kuningan, Selasa (3/2/2026).Thank you for […]

  • Acara Seni Ketangkasan Adu Domba Garut

    SKDG Tingkat Jawa Barat 2025: Wujud Pelestarian Budaya dan Silaturahmi Pecinta Domba Garut

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com- Pamidangan Raksa Buana Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, kembali menjadi pusat perhatian para pencinta seni ketangkasan domba Garut se-Jawa Barat.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Sebanyak 174 pasangan domba, dengan total sekitar 400 peserta dari berbagai daerah seperti Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Sumedang, dan Bandung, ambil bagian […]

  • Rageman Resto, Simfoni Alam dan Rasa di Kaki Gunung Ciremai

    Rageman Resto, Simfoni Alam dan Rasa di Kaki Gunung Ciremai

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kuningan, Jawa Barat — jelajahwisatanews.com,- Di tengah hembusan angin pegunungan dan denting suara alam, Wisata Rageman Resto hadir sebagai destinasi yang tidak hanya menyajikan keindahan panorama, tetapi juga ketenangan batin dan kelezatan rasa.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Berlokasi di jalur wisata kaki Gunung Ciremai, kawasan Rageman menawarkan pemandangan perbukitan hijau, […]

  • Dunia Musik Berduka Titiek Puspa Meninggal Di Usia 87 Tahun

    Dunia Musik Berduka Titiek Puspa Meninggal Di Usia 87 Tahun

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dunia Musik Berduka Titiek Puspa Meninggal Di Usia 87 TahunThank you for reading this post, don’t forget to subscribe! jelajahtvnews.com,- Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Penyanyi legendaris dan maestro seni Tanah Air, Titiek Puspa, meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Almarhumah wafat pada usia […]

  • Pemandu Wisata Saat Memberikan Arahan

    Belajar Ekosistem Lokal Lewat Wisata Edukasi, SMPN 1 Kadugede ke Cibulan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN — Kawasan kaki Gunung Ciremai kembali menjadi ruang belajar alam terbuka bagi generasi muda. Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kadugede, Kabupaten Kuningan, melaksanakan kegiatan Outing Class edukasi lingkungan yang dipadukan dengan kunjungan industri dan muatan lokal (MULOK) lingkungan di kawasan Cibulan, Kamis (tanggal menyesuaikan).Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Kegiatan ini […]

expand_less