Gerak Cepat Diskatan Kuningan, Tujuh Gerdal OPT Serentak Tekan Hama dan Penyakit Padi
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar

Diskatan 1
KUNINGAN — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menunjukkan respons cepat dalam melindungi tanaman pangan dengan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak di tujuh titik wilayah, Rabu (21/1/2026).
Langkah ini merupakan upaya terpadu dan berbasis wilayah untuk menekan potensi serangan hama dan penyakit tanaman padi yang dapat mengancam produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Salah satu kegiatan utama dipimpin langsung oleh Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yakni Gerdal OPT Padi Tikus di Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung, pada areal persawahan seluas kurang lebih 10 hektare.
Kegiatan tersebut melibatkan UPTD Brigade Proteksi, UPTD KPP Cipicung, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petani dari Kelompok Tani Gempol I.
Dalam keterangannya, Dr. Wahyu menegaskan bahwa pengendalian hama tikus tidak dapat dilakukan secara parsial dan tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan racun.
Pengendalian hama tikus harus dilakukan secara terpadu, serentak, dan berkelanjutan. Kunci keberhasilannya adalah kebersamaan petani dalam satu hamparan, dimulai sejak pra tanam hingga awal pertanaman, serta mengutamakan upaya pencegahan agar populasi tikus dapat ditekan tanpa merusak lingkungan, tegasnya.
Ia menjelaskan, pengendalian mekanis dapat dilakukan melalui gropyokan serentak, pemasangan perangkap, serta penutupan dan perusakan sarang tikus. Selain itu, pengendalian kultur teknis seperti tanam padi serempak, menjaga kebersihan pematang dan saluran irigasi, serta pengelolaan sisa jerami menjadi langkah penting untuk memutus siklus hidup hama.
Diskatan juga mendorong pemanfaatan pengendalian biologis, antara lain dengan musuh alami seperti burung hantu melalui pembangunan rubuha (rumah burung hantu). Sementara itu, penggunaan rodentisida kimia hanya dilakukan secara terbatas, selektif, dan hati-hati pada kondisi serangan berat agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.
Yang paling utama adalah kombinasi berbagai metode, dilakukan secara serempak, berkelanjutan, dan sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), tambahnya.
Selain di Kecamatan Cipicung, pada hari yang sama Diskatan Kabupaten Kuningan juga melaksanakan enam Gerdal OPT lainnya, meliputi pengendalian penyakit blas dan BLB serta penggerek batang padi (PBP) di Kecamatan Karangkancana, Ciwaru, Hantara, Luragung, Cibingbin, dan Cibeureum, dengan total luasan puluhan hektare lahan pertanian.
Seluruh kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Kepala UPTD Brigade Proteksi bersama jajaran teknis, POPT, UPTD KPP sesuai wilayah, serta petani setempat.
Menurut Dr. Wahyu, pelaksanaan Gerdal OPT secara serentak memberikan manfaat besar dalam menekan perkembangan hama dan penyakit, menjaga stabilitas produksi padi, serta meminimalkan risiko gagal panen. Seluruh upaya dilakukan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengedepankan ketepatan metode, keberlanjutan, dan keseimbangan ekosistem.
Di sela kegiatan, Kepala Diskatan juga berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap aspirasi, memahami kondisi lapangan, serta memberikan penguatan agar petani tetap optimistis menjaga pertanaman padi.
Melalui rangkaian Gerdal OPT serentak ini, Diskatan Kabupaten Kuningan berharap sinergi antara pemerintah daerah, petugas teknis, dan petani semakin solid, sehingga ancaman organisme pengganggu tanaman dapat ditekan dan produktivitas pertanian daerah tetap terjaga secara berkelanjutan.
- Penulis: Admin







