Jawab Aduan Petani, Kadis Wahyu Gercep Gerdal Lindungi Padi Kuningan
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Img 20260123 Wa0078
KUNINGAN — Menjawab aduan petani terkait serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan bergerak cepat melaksanakan Gerakan Pengendalian OPT (Gerdal OPT) secara serentak di enam titik lokasi, Jumat (23/1/2026). Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi tanaman padi sekaligus menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan daerah.
Salah satu lokasi utama dipimpin langsung Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yakni pengendalian OPT padi Bacterial Leaf Blight (BLB) seluas 15 hektare di Poktan Mawar Angga Putra, Blok Sawah Dangdeur, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu. Kegiatan tersebut didampingi Kepala UPTD Brigade Proteksi beserta petugas teknis lapangan.
Di tengah hamparan sawah, Dr. Wahyu tak hanya memimpin teknis pengendalian, tetapi juga berdialog langsung dengan petani. Ia memberikan edukasi lapangan terkait penyakit BLB atau hawar daun bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae, yang berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan bila tidak ditangani sejak dini.
“BLB tergolong penyakit berbahaya karena berkembang cepat, terutama pada kondisi lembap dan pemupukan nitrogen berlebih. Gejalanya daun menguning dari ujung lalu mengering. Jika dibiarkan, dampaknya langsung pada hasil panen,” jelasnya.
Menurut Dr. Wahyu, pengendalian BLB harus dilakukan secara terpadu, tidak parsial. Mulai dari penggunaan varietas toleran, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, perbaikan drainase dan sanitasi lahan, hingga aplikasi agens pengendali sesuai rekomendasi teknis.
“Prinsipnya gerak cepat, tepat, dan bersama-sama. Pemerintah hadir untuk mendampingi petani agar tidak panik, tapi mampu menangani dengan cara yang benar sehingga potensi kehilangan hasil bisa ditekan,” tegasnya.
Selain di Desa Cidahu, Diskatan juga melaksanakan Gerdal OPT serentak di lima lokasi lain dengan sasaran OPT tikus, wereng batang cokelat (WBC), serta BLB/Kresek. Seluruh kegiatan dikoordinasikan UPTD Brigade Proteksi sebagai unit teknis pengendalian OPT di lapangan.
Adapun lokasi Gerdal OPT meliputi:
OPT Padi Tikus seluas 10 hektare di Poktan Mekar Asih I, Desa Partawangunan, Kecamatan Kalimanggis.
OPT Padi Tikus seluas 16 hektare di Poktan Marga Tani, Desa Cikubangmulya, Kecamatan Ciawigebang.
OPT Padi Wereng Batang Cokelat seluas 5 hektare di Poktan Pon I, Desa Caracas, Kecamatan Cilimus.
OPT Padi Tikus seluas 15 hektare di Poktan Giri Karya, Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin.
OPT Padi BLB/Kresek seluas 15 hektare di Poktan Gumelar, Desa Luragungtonggoh, Kecamatan Luragung.
Seluruh kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan pendampingan intensif dari Kepala UPTD, POPT, serta jajaran petugas lapangan.
Dr. Wahyu menegaskan, Diskatan Kuningan akan terus memperkuat pemantauan dan respons cepat berbasis laporan petani sebagai strategi perlindungan tanaman berkelanjutan.
“Kami mengajak petani aktif berkoordinasi dengan penyuluh dan petugas teknis. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti agar serangan OPT tidak meluas dan produksi padi tetap terjaga,” pungkasnya.
Melalui Gerdal OPT serentak ini,
Diskatan Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di lapangan, membangun sinergi, dan melindungi kepentingan petani demi pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
- Penulis: Admin








