Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pesan Kesadaran Alam Saat Kearifan Lokal Sunda Bicara Global

Pesan Kesadaran Alam Saat Kearifan Lokal Sunda Bicara Global

  • account_circle Sep
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

jelajahtvnews.com,- Tahun 2026 Masehi bertepatan dengan Tahun 1948 Saka Sunda dalam ,Dalam tradisi Sunda buhun, dimaknai sebagai masa penguatan kesadaran, kewaspadaan, dan penataan kembali hubungan manusia dengan alam dan nilai-nilai kehidupan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Kisaka

Kisaka Bersama Panglima 

Menurut Guru Besar Padepokan Bhuwana Uga Padjadjaran, Aki Haidri Yang sering disapa Abah Saka, Menyampaikan,

Penanggalan Asidah Buhun tidak hanya berfungsi sebagai sistem penentu waktu, tetapi juga sebagai panduan etika hidup yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap tahun memiliki watak dan pesan moral tersendiri.

Taun 2026 dipercaya sebagai periode refleksi batin, ketika manusia diajak lebih peka terhadap tanda-tanda alam serta lebih bertanggung jawab dalam laku sosial dan lingkungan.

AKi Saka menilai, makna Taun 2026, semakin relevan dengan kondisi global saat ini. Krisis iklim, cuaca ekstrem, dan berbagai bencana ekologis yang terjadi di berbagai wilayah dunia dipandang sebagai pengingat akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

Di Taun 2026 mengajarkan eling dan waspada. Alam tidak hanya perlu dikelola, tetapi juga dihormati. Ketika keseimbangan terganggu, dampaknya akan dirasakan bersama,” ujar salah satu pemerhati budaya Sunda.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Asidah Buhun juga menekankan pentingnya solidaritas sosial, pengendalian diri, serta kepemimpinan yang berlandaskan nurani.

Abah Hadir Bhuwana Uga Padjajaran

Abah Hadir Bhuwana Uga Padjajaran

Dalam konteks masyarakat modern, pesan tersebut dinilai dapat menjadi rujukan etis untuk membangun peradaban yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Melalui pemaknaan Taun 2026 kearifan lokal Sunda kembali dihadirkan sebagai bagian dari diskursus global. Ujar Aki Saka.

Dan Tradisi yang lahir dari lokalitas ini tidak dimaksudkan untuk menolak modernitas, melainkan menawarkan perspektif keseimbangan—bahwa kemajuan sejati hanya dapat dicapai ketika manusia mampu menjaga harmoni dengan alam dan sesamanya.

Bahayanya, Ketika Semua itu Drumpak ( Dilanggar ) Maka, beberapak dampak Akan muncul seperti, Dampak terhadap Alam
Ketidakseimbangan ekologis: meningkatnya bencana seperti angin kencang, longsor, banjir, dan kekeringan.

Rusaknya sumber kehidupan: mata air mengering, tanah kehilangan kesuburan, hutan kehilangan fungsi penyangga.
Dalam pandangan buhun, ini terjadi karena alam tidak lagi “dirumat”, hanya dieksploitasi.

Kemudian Dampak Sosial dan Kemanusiaan
Meningkatnya konflik sosial, mudah tersulut emosi, adu domba, dan perpecahan.
Hilangnya rasa silih asih dan empati, masyarakat menjadi individualistis.
Ketika larangan laku sosial diabaikan, keharmonisan komunal ikut runtuh.

Dampak Batin dan Mental
Kegelisahan batin, rasa kosong, dan kehilangan arah hidup.
Stres kolektif akibat hidup yang hanya berorientasi hasil materi.
Dalam tafsir buhun, ini disebut leungit eling—hilang kesadaran akan jati diri.

Termasuk Dampak Kepemimpinan dan Tata Kelola
Keputusan yang abai nurani memicu ketidakadilan dan ketimpangan.
Pemimpin yang tidak eling-waspada dipercaya membawa dampak luas, bukan hanya sosial tapi juga ekologis.
Runtuhnya kepercayaan publik terhadap institusi dan pemimpin.

Dan dari Dampak Peradaban (Skala Global) muncul
Krisis iklim yang makin parah, akibat kegagalan etika manusia terhadap bumi.
Kemajuan teknologi tanpa kebijaksanaan melahirkan kerusakan jangka panjang.

Taun 2026 mengingatkan: peradaban runtuh bukan karena kurang cerdas, tetapi karena kehilangan kesadaran.
Penegasan Budaya
Dalam Asidah Buhun,

dampak-dampak tersebut bukan hukuman, melainkan akibat alami dari laku hidup yang melampaui batas.

Untuk Itu Kami mengajak kepada seluruh masyrakat untuk kembali kepada ajaran yang telah diwariskan para leluhur , dan kembali ketingkat kesadaran Bersama, Ujar Aki Saka Saat ditemui Jelajahtvnews.com.

  • Penulis: Sep

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Siswi Slb Saat Menyambut Wisatawan

    Cibulan Buka Ruang Inklusi, Siswa SLB Jalani Magang Perdana di Objek Wisata

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Berbeda dari pagi-pagi biasanya, langit di kawasan Objek Wisata Cibulan, Desa Manis Kidul, tampak cerah berseri. Sinar matahari yang lembut seolah menyambut hari dengan kehangatan, menciptakan suasana nyaman sebelum kawasan wisata dibuka untuk umum.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Di balik gerbang, aktivitas telah dimulai. Barisan rapi para pegawai […]

  • Gubernur Jabar Kdm 1

    Gubernur Jabar dan Kepala Daerah Sepakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews com,- Upaya mendukung suksesnya Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dimatangkan. Senin (29/9/2025), Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin rapat koordinasi bersama para bupati dan wali kota se-Jawa Barat di Bale Pakuan Pajajaran, Kota Bogor.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Suasana rakor terasa hangat dan penuh semangat. Hadir […]

  • Rebutan Kursi Ketua

    Menjelang Penentuan Ketua DPC PDIP Kuningan, Figur Baru Dinilai Harus Fokus Urus Partai

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dinamika politik internal PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan kian memanas seiring mendekatnya penentuan kursi Ketua DPC. Sejumlah nama kader terbaik mulai mengerucut setelah melewati proses penjaringan di tingkat PAC.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Semua kandidat yang bersaing disebut sebagai sosok hebat dan tangguh. Keberhasilan PDIP mempertahankan kursi terbanyak di DPRD […]

  • Img 20250904 114133

    Bank BJB Kuningan: Merangkai Kebersamaan, Menguatkan Kiprah PWRI dengan KTA yang Bernyawa

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Di Warung Batok Cigadung, Kamis pagi yang teduh tanggal 3 Agustus 2025, kebersamaan itu mekar seperti bunga yang dirawat dengan cinta. Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kuningan menggelar sosialisasi Kartu Tanda Anggota (KTA) Nasional—sebuah identitas yang bukan sekadar kartu, melainkan lambang penghargaan bagi para purnabakti abdi negara.Thank you for reading this post, […]

  • Pengelola Wisata Bersama Kemenag Kuningan

    HAB ke-80 Kemenag Kuningan: Tanam Pohon di Cibulan, Wujud Iman dan Kepedulian Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com — Komitmen menjaga harmoni antara iman dan alam diwujudkan secara nyata oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan melalui aksi penanaman pohon di kawasan Objek Wisata Cibulan, Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Rabu (17/12). Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi nilai spiritual yang berpijak pada kepedulian ekologis.Thank you for reading this post, don’t forget to […]

  • Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Partai Gerindra Jawa Barat

    Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Partai Gerindra Jawa Barat

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tasikmalaya – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menghadiri acara Silaturahmi & Halal Bihalal Keluarga Besar Partai Gerindra Jawa Barat yang diselenggarakan pada Sabtu, 5 April 2025, di Lapangan Primajasa Exhibition Center, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Acara tersebut […]

expand_less