Menyambut Imlek 2026, Rezeki Pedagang Glodok Asal Maleber Kian Mengalir
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jelang Imlek Di Kawasan Glodok Jakarta Barat
JAKARTA BARAT – Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili (2025) jatuh pada hari Rabu, 29 Januari 2025. Sementara itu, Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili (2026) akan jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Perayaan ini merupakan libur nasional di Indonesia dan menandai pergantian tahun dalam kalender Tionghoa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Aksesories Imlek
Dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pedagang perlengkapan Imlek di kawasan Pasar Glodok, Jakarta Barat. Suasana pasar tampak semarak dengan dominasi warna merah dan emas, simbol harapan, kebahagiaan, serta keberuntungan dalam tradisi Tionghoa.
Sejak beberapa hari menjelang Imlek, permintaan berbagai perlengkapan perayaan mengalami peningkatan signifikan. Beragam aksesori seperti lampion, lampu hias, ornamen shio, hingga pernak-pernik dekorasi rumah laris diburu pembeli yang ingin menyambut tahun baru dengan penuh suka cita.
Salah satu pedagang asal Maleber, Kabupaten Kuningan, Andi Suhandi, yang , mengungkapkan bahwa momen Imlek merupakan waktu yang sangat dinanti setiap tahunnya. Ia bersyukur karena pada Imlek 2026 ini, perputaran ekonomi dirasakan cukup menggembirakan.
“Alhamdulillah, meskipun masih dalam suasana musim penghujan, penjualan pernak-pernik Imlek tahun ini cukup signifikan.Orderan meningkat, terutama untuk lampu hias dan aksesori dekorasi,” ujar Andi saat ditemui di lapaknya di Pasar Glodok.
Menurutnya, tradisi menyambut Imlek bukan hanya tentang perayaan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat. Lonjakan pembeli menjelang hari besar ini memberikan harapan dan semangat bagi para pedagang kecil hingga menengah untuk terus bertahan dan berkembang.
Perayaan Imlek 2026 pun menjadi ruang perjumpaan nilai budaya, toleransi, dan keberkahan rezeki. Di tengah keberagaman, denyut ekonomi terus bergerak, menghadirkan harapan baru bagi para pelaku usaha yang menggantungkan hidup dari keramaian pasar dan tradisi yang lestari. Ujar Andi Saat Diwawancarai Media Jelajahtvnews.com.
- Penulis: Admin