Wamendagri : Retret Kepala Daerah sebagai Instrumen Strategis Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- account_circle sep
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wamendagri Dr.ahmad Wiyagus
jelajahtvnews.com,- Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol (Purn) Dr. Ahmad Wiyagus, Sik, MSi ,MM yang memberikan arahan dan penguatan kebijakan pemerintahan di acara retret.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks,
keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah
menjadi kunci utama kemajuan bangsa.

Peserta Retret
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,
Komjen Pol (Purn) Dr. Ahmad Wiyagus, memberikan arahan dan penguatan kebijakan pemerintahan
dalam kegiatan Retret Kepala Daerah, Jumat, 6 Februari 2026.
Retret ini bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, menjadi instrumen strategis pemerintah untuk menyatukan visi, misi, dan program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Efisiensi menjadi prinsip utama pelaksanaan retret, dengan mengintegrasikan orientasi kepemimpinan tanpa mengurangi substansi pembelajaran. Tujuannya satu, mencegah tumpang tindih program
dan memperkuat harmonisasi kebijakan nasional.
Sepanjang tahun 2025, lebih dari 1.000 kepala daerah dan wakil kepala daerah telah mengikuti orientasi kepemimpinan di Akademi Militer Magelang dan IPDN Jatinangor.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama menuju
Indonesia Emas 2045.
Melalui pendidikan, pelatihan, kesehatan, dan transformasi digital,
Indonesia menyiapkan SDM unggul
yang berdaya saing global.

Img 20260206 Wa0118
Pemerintah juga menegaskan pentingnya pengendalian inflasi
sebagai penopang stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Berkat kolaborasi lintas sektor,
inflasi nasional tetap terkendali
dalam rentang aman nasional.
Di Jawa Barat dan Kabupaten Kuningan, upaya pengendalian harga terus diperkuat demi kesejahteraan masyarakat.
Melalui retret ini,
pemerintah pusat dan daerah
meneguhkan komitmen bersama
mewujudkan pembangunan yang selaras, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat. Menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045.
- Penulis: sep