53 Tahun Bima Suci Mengabdi, Perkuat Sinergi dan Cetak Generasi Islami Berprestasi
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Img 20260214 Wa0160
jelajahtvnews.com,- Lima puluh tiga tahun bukanlah perjalanan singkat bagi sebuah organisasi. Di usia yang ke-53, Perguruan Pencak Silat Bima Suci meneguhkan komitmennya sebagai paguron yang tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga membangun karakter dan akhlak generasi muda.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Img 20260214 Wa0165
Mengusung tema “53 Tahun Mengabdi, Menjalin Sinergi, Membangun Kebersamaan, Bersama Bima Suci Mengukir Prestasi Generasi Islami”, peringatan milad tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan visi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Selama lebih dari setengah abad, Bima Suci konsisten mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui pelestarian budaya pencak silat.
Haltersebut Disampaikan Dalam Sambutan oleh Ketua Peeguruan Silat BIMA SUCI
Kuningan, Ir.Toto Suripto, Sabtu 15 februari 2026 di D’Jhon pool Family
Menurut Ketua , Perguruan ini membuktikan bahwa seni bela diri bukan sekadar olahraga, melainkan sarana efektif membentuk pribadi tangguh, disiplin, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dalam aspek sinergi, Bima Suci menyadari pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, lembaga pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan lainnya. Kerja sama tersebut menjadi kunci kemajuan pencak silat di Kabupaten Kuningan sekaligus memperkuat eksistensi perguruan di tingkat regional maupun nasional.
Prestasi pun menjadi bukti nyata perjalanan panjang tersebut. Selama 53 tahun, Bima Suci telah melahirkan pesilat-pesilat andal yang menorehkan juara di berbagai ajang, mulai dari tingkat daerah seperti Bupati Cup dan POPDA, tingkat wilayah seperti POPWIL, hingga kompetisi nasional dan internasional, termasuk ajang bergengsi seperti SEA Games.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras atlet, pelatih, dan pengurus yang bersinergi membangun sistem pembinaan berkelanjutan. Namun, bagi Bima Suci, prestasi bukan semata soal medali, melainkan keberhasilan membentuk akhlakul karimah pada setiap anggotanya.
Ketua menegaskan pentingnya mencetak “Generasi Islami” yang kaffah—pesilat yang memiliki ketajaman jurus sekaligus kejernihan hati, serta menjadikan kekuatan sebagai sarana membela kebenaran dan menolong sesama.

Img 20260214 Wa0163
Rangkaian peringatan milad turut diisi dengan ziarah ke makam para pendiri, latihan gabungan, pentas seni, hingga puncak perayaan yang dihadiri berbagai unsur masyarakat dan paguron silat se-Kuningan.
Antusiasme juga terlihat dalam kegiatan latihan gabungan di Car Free Day, yang menampilkan pesilat cilik sebagai bukti regenerasi berjalan baik.
Di tengah era digital dan tantangan global, Bima Suci mengajak seluruh anggotanya menjadikan pencak silat sebagai filter pergaulan serta wadah kreativitas dan prestasi.
Momentum milad ke-53 ini diharapkan menjadi titik tolak peningkatan kualitas pembinaan dan tata kelola organisasi agar semakin profesional dan modern.
Dengan semangat kebersamaan di bawah panji Bima Suci, perguruan ini optimistis terus mengukir prestasi, mempererat persaudaraan antar-paguron, dan menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus jalan pengabdian.
- Penulis: Admin
