Perwakilan Kades Penyangga dan Kelompok Tani Hutan Datangi Kantor Bupati Kuningan
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Img 20260224 Wa0051
KUNINGAN – Harapan dan kegelisahan masyarakat desa penyangga kawasan Gunung Ciremai menggema di ruang kerja Bupati Kuningan. Perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) wilayah Ciayumajakuning bersama para kepala desa mendatangi kantor bupati, Selasa, 24 Februari 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Perwakilan Kades Penyanggah Di Wilayah Gn Ciremai
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari 13 desa penyangga, di antaranya Desa Gunung Sirah, Karangsari, Puncak, Cisantana, Sagarahiang, Setianegara, Padabeunghar, Seda, Trijaya, Sayana, serta perwakilan Kelompok Tani Hutan Maja Kuningan. Mereka datang membawa satu suara: memperjuangkan kepastian hak pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Dalam dialog yang berlangsung singkat itu, perwakilan dari kepala desa dan KTH menyampaikan bahwa hutan bukan sekadar kawasan konservasi, tetapi ruang hidup yang telah mereka jaga, rawat, dan pertahankan secara turun-temurun.
Menurut salah satu KTH asal Desa Pada beunghar, Dodo ,Kami ini pantang pulang sebelum ada kejelasan. Apa yang kami tanam, kami jaga, kami rawat, jangan sampai aturan justru menyisihkan kami sebagai masyarakat sekitar hutan, ungkap salah satu perwakilan dengan nada penuh harap.
Mereka menilai, lambannya kepastian perjanjian kerja sama HHBK dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) telah menimbulkan ketidakpastian bagi Ribuan warga yang menggantungkan hidup dari kawasan tersebut.
Bahkan, kekecewaan yang terus berlarut membuat sebagian masyarakat mulai mempertanyakan komitmen kerja sama yang selama ini dibangun.ujarnya.
Dan perwakilan Kades Penyangga, Ano Suratno dari Cisantana, menyampaikan Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat desa hutan untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada pemerintah daerah, sekaligus berharap hadirnya solusi yang adil, tanpa mengabaikan aturan negara maupun hak hidup masyarakat.
Bagi mereka, hutan bukan hanya warisan alam, tetapi juga warisan harapan. Dan hari itu, di ruang kerja bupati, harapan itu kembali disuarakan dengan satu tujuan: mendapatkan kepastian untuk masa depan.
Sementara Bupati Kuningan Dr H,Dianrachmat Yanuar MSi, Usai acara pertemuan Langsung keluar meninggalkan pendopo , dan belum memberikan keterangan di hadapan Media .
- Penulis: Admin
