Gerakan Pangan Murah di Desa Parakan Maleber, Upaya Pemkab Kuningan Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Img 20260307 Wa0036
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini kegiatan tersebut digelar di Desa Parakan, Kecamatan Maleber, yang disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Kuningan atau yang mewakili, Ketua Sektor Pangan Kabupaten Kuningan, perwakilan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Camat Maleber beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, para penyuluh, Kepala Desa Parakan, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Menurut Kadis Pertanian Dr. Wahyu Hidayat, MsI Menyampaikan
Dalam sambutannya disampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program strategis dari Bupati dan Wakil Bupati Kuningan dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

Desa Parakan menjadi salah satu desa yang mendapatkan kesempatan pelaksanaan program tersebut, bahkan sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih murah dan mendapat potongan harga hingga 15 persen.
Pemerintah daerah menargetkan kegiatan ini dapat menjangkau seluruh wilayah.
Tahun ini, program Gerakan Pangan Murah direncanakan akan dilaksanakan di 32 titik, dengan target minimal satu kegiatan di setiap kecamatan.
Bupati Kuningan dalam pesannya menegaskan bahwa pangan bukan sekadar angka dalam laporan statistik atau grafik inflasi. Pangan adalah hak dasar masyarakat, sumber rasa aman, dan bagian dari martabat kehidupan.
“Jika dapur rakyat tetap berasap, maka daerah akan tetap kuat. Pangan adalah kebutuhan utama yang harus dipastikan ketersediaannya oleh negara,” ujarnya.
Wakil bupati Kuningan. Tuti Andriani,SH.MKn ,dalam sambutanya mewakili Bupati Kuningan, menyampaikan
Menjelang bulan suci Ramadan, pemerintah juga berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memastikan tidak ada keresahan akibat lonjakan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, inflasi bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi juga menyangkut kegelisahan seorang ibu rumah tangga yang menghitung uang belanja, kecemasan pedagang kecil, serta daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Data menunjukkan inflasi di Jawa Barat pada akhir tahun lalu berada di angka 2,63 persen, yang masih relatif terkendali. Namun demikian, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi karena menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang Ramadan. Ujar Wabub
- Penulis: Admin
