Bupati Kuningan Tegaskan Budaya sebagai Pondasi Jati Diri dalam Saresehan Ciayumajakuning Bersama Menteri Kebudayaan
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Kuningan Dalam Acara Saresehan Budaya
KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi utama pembangunan daerah dalam acara Saresehan Budaya bersama para seniman dan budayawan Ciayumajakuning.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan, Wakil Bupati Kuningan, Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat ini menjadi ruang dialog strategis untuk membahas masa depan kebudayaan di wilayah Ciayumajakuning.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan pengikat jiwa dan identitas masyarakat. Ia mencontohkan kekayaan bahasa Cirebon dan tata tutur masyarakat Kuningan yang santun sebagai warisan tak ternilai.
“Bahasa adalah jiwa. Ia mengikat identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya,” ujarnya.
Selain bahasa, kekayaan kuliner seperti empal gentong dari Cirebon, makanan khas Majalengka, hingga ragam kuliner lokal lainnya disebut sebagai bagian dari sejarah budaya yang hidup dan terus berkembang.
Menurutnya, kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga representasi perjalanan peradaban.
Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti seni tradisional seperti tarling, seni kriya, batik dengan motif khas daerah, hingga pertunjukan budaya yang sarat filosofi kehidupan. Semua itu, kata dia, merupakan bukti kekayaan budaya yang harus dijaga dan diwariskan.
Lebih jauh, ia menyebut para seniman dan budayawan sebagai “penjaga sunyi” peradaban yang selama ini setia merawat nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
“Tanpa seniman dan budayawan, dunia ini akan kehilangan warna,” tegasnya.
Namun demikian, Bupati Dian juga mengakui masih adanya berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku seni dan budaya, mulai dari keterbatasan ruang ekspresi, kekhawatiran akan regenerasi, hingga persoalan kesejahteraan.
Untuk itu, ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Kebudayaan, agar pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat infrastruktur budaya sebagai pondasi jati diri bangsa.
Melalui forum saresehan ini, diharapkan lahir gagasan dan kebijakan strategis yang mampu menjawab tantangan tersebut serta mendorong kemajuan kebudayaan di daerah.
- Penulis: Admin













