Dugaan Limbah Resto Picu Keluhan Warga Awirarangan, Pengelola Janji Tindak Lanjut
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gerai Me Gacoan Awirarangan
KUNINGAN, Persoalan dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di wilayah Awirarangan. Sejumlah warga bersama unsur pemuda menyoroti adanya indikasi limbah cair yang diduga mengalir langsung ke drainase permukiman tanpa pengolahan memadai.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Masyrakat Awirarangan Kuningan
Ketua IPMA Awirarangan, Andriyanto, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, jika dibiarkan, dampak limbah berpotensi meluas dan merusak lingkungan sekitar.
“Indikasi limbah cair yang langsung mengalir ke drainase warga harus segera ditindak. Selain menimbulkan bau tidak sedap, ini juga berpotensi merusak lingkungan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua MPKT, Wayank. Ia mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang jelas, sehingga memicu keresahan.
Wayank mendesak adanya langkah konkret dari pihak terkait, baik pengelola usaha maupun pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan usai melaksanakan acara sunatan masal di awirarangan, Warga dan pemuda setempat pun menyampaikan sejumlah tuntutan.
Mereka meminta pengelola usaha segera memperbaiki sistem pengolahan limbah, mendorong instansi terkait melakukan inspeksi mendadak, serta meminta pemerintah daerah mengevaluasi perizinan usaha, termasuk kesesuaian dengan aturan lingkungan dan sempadan sungai.
Meski demikian, Wayank menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak investasi di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Investasi itu penting, tapi harus berwawasan lingkungan dan tidak merugikan masyarakat,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak manajemen restoran Mie Gacoan melalui Store Manager, Taufik Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas konfirmasi dari media. Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti dugaan bau limbah yang dikeluhkan warga.
Menurut Taufik, laporan akan segera diteruskan ke divisi eksternal perusahaan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, RT/RW, serta masyarakat sekitar guna mencari solusi terbaik.
“Kami akan berkomunikasi dengan semua pihak terkait agar permasalahan ini bisa segera menemukan titik solusi,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak manajemen juga menyebut bahwa sejak Oktober lalu hingga saat ini belum ada kunjungan pengawasan dari dinas lingkungan hidup ke gerai tersebut.
Hal ini menjadi catatan tersendiri dalam upaya memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Hingga kini, masyarakat berharap adanya langkah cepat dan terukur dari seluruh pihak agar persoalan dugaan limbah ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan kesehatan warga.
- Penulis: Admin













