Linggarjati, Titik Lahir NKRI: Warisan Sejarah yang Tak Boleh Terlupakan
- account_circle Admin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dr. Aa Ade Kadarisman S.sos . M.t. M.sc
KUNINGAN – Keberadaan Gedung Perundingan Linggarjati kembali disorot sebagai simbol penting dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan yang utuh. Dalam pandangan Ade Kadarisman, gedung bersejarah ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu lahirnya fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Kunjungan Di Gedung Syahrir Linggarjati
Peristiwa Perjanjian Linggarjati yang berlangsung di tempat tersebut menjadi tonggak awal pengakuan dunia terhadap eksistensi Indonesia sebagai negara merdeka. Tanpa kesepakatan penting itu, perjalanan diplomasi Indonesia diyakini akan jauh lebih panjang dan penuh ketidakpastian.
Hal tersebut disampaikan, Dr. AA. Ade Kadarisman, S.Sos., M.T., M.Sc. menegaskan bahwa generasi muda harus memahami makna besar di balik sejarah Linggarjati. “Tanpa ada Linggarjati, tidak akan ada NKRI seperti yang kita kenal hari ini. Ini bukan sekadar narasi, tetapi fakta sejarah yang harus terus ditanamkan,” ujarnya. Usai bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadlizhon saat berkunjung ke gedung bersejarah dikuningan.
Lebih dari itu, pelestarian Gedung Linggarjati menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Di tengah arus modernisasi, nilai-nilai perjuangan yang lahir dari ruang-ruang perundingan tersebut harus tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
Selain itu, Dr. AA Ade Kadarisman, S.Sos., M.T., M.Sc. Selaku Founder Adiluhung Indonesia, dan juga selaku, putra daerah Kuningan yang menduduki posisi, Staf Ahli/Tenaga Ahli Profesional Kantor Staf Presiden Republik Indonesia berharap,
Dengan menjaga dan merawat situs bersejarah ini, Indonesia tidak hanya mempertahankan bangunan fisik, tetapi juga menjaga identitas, jati diri, dan semangat perjuangan bangsa. Linggarjati menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diraih melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui diplomasi yang cerdas dan penuh strategi.
- Penulis: Admin













