Tradisi Babarit Bangkit di Tundagan, Warisan Leluhur yang Kembali Menguatkan Persatuan Warga
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Kuningan .tuti Andrianish Mkn
KUNINGAN,- Setelah vakum selama sepuluh tahun, tradisi ini kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus penguat jalinan sosial antarwarga.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Tradisi Babarit Peninggalan Warisan Leluhur
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Tundagan pada Rabu malam (25/3/2026) tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., bersama jajaran Forkopimcam, Camat Hantara, kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat, termasuk para perantau yang pulang kampung.
Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal. Tradisi Babarit sendiri merupakan ritual adat masyarakat Sunda yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan budaya, sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi sekaligus doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan pesan Bupati Kuningan yang menegaskan bahwa tradisi seperti Babarit memiliki peran penting sebagai identitas budaya sekaligus sarana memperkuat persatuan masyarakat. Di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai lokal dinilai tetap relevan sebagai fondasi pembangunan desa yang berkarakter.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi generasi muda. Melalui tradisi Babarit, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya gotong royong, rasa syukur, serta penghormatan terhadap leluhur dan alam.

Acara Babarit Desa Tundagan
Tak hanya itu, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana dialog antara pemerintah dan masyarakat. Aspirasi warga terkait pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan desa, turut disampaikan dan mendapat respons positif dari pemerintah daerah dengan komitmen pelaksanaan yang mempertimbangkan aspek teknis dan kondisi cuaca.
Kembalinya tradisi Babarit di Desa Tundagan diharapkan menjadi pemicu bangkitnya kembali budaya lokal lainnya yang sempat tergerus zaman. Lebih dari sekadar seremoni, tradisi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan desa harus berjalan selaras dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun, masyarakat Desa Tundagan optimistis mampu menjaga identitas budayanya sekaligus melangkah menuju pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan.
- Penulis: Admin













