Satu Bulan Menembus Gelap: AGN Dan Bareskrim Polri Pulangkan 9 Korban TPPO dari Kamboja
- account_circle Admin
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- comment 0 komentar

Andi Gani Saat Memberikan Sambutan
jelajahtvnews.com,- Di tengah kabar gelap perdagangan manusia lintas negeri, secercah cahaya akhirnya pulang ke tanah air. Sembilan Warga Negara Indonesia yang sempat terjebak dalam jerat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja, kini kembali menghirup udara Indonesia—bukan sebagai angka statistik, melainkan sebagai manusia yang diselamatkan.

Agn Bupati Kapolres Dan Elon Carlan Saat Jemput
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI),
Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah cepat dan tegas Kepolisian Republik Indonesia. Ia mengenang awal mula kisah ini, ketika sebuah panggilan datang dari Bupati Kuningan—tentang warganya yang viral di media sosial, tentang harapan yang nyaris padam.
“Awal kasus ini adalah ketika Pak Bupati menghubungi saya, sebagai Penasihat Kapolri dan sebagai Presiden KSPSI, mengenai warganya yang menjadi korban TPPO,” ujar Andi Gani dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025) malam.
Informasi itu tak berhenti sebagai cerita duka. Andi Gani segera meneruskannya kepada Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono. Dari sanalah negara bergerak. Desk Ketenagakerjaan Polri—yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo—melangkah cepat, menembus batas birokrasi dan jarak negara.
“Ini proses pemulangan tercepat. Biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Namun kali ini, dalam waktu kurang lebih satu bulan, mereka sudah kembali ke tanah air,” ungkap Andi Gani.
Baginya, kecepatan itu bukan sekadar prestasi administratif, melainkan penentu hidup dan mati. Sebab di balik tembok gelap sindikat, para korban terancam kembali “dijual” oleh mafia perdagangan manusia yang bekerja dengan sangat rapi.

Acara Penjemputan Korban Tppo Di Bareskrim Polri
“Jika tidak diselamatkan cepat, dapat dipastikan mereka akan kembali menjadi korban,” katanya, menegaskan betapa gentingnya situasi.
Nada syukur juga datang dari daerah. Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, masyarakat, dan keluarga korban, Dian menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Kabareskrim, seluruh jajaran Polri, serta Andi Gani yang dinilainya begitu responsif dan profesional.
“Ini di luar dugaan. Ini bukti profesionalisme Polri dalam memberikan rasa aman, rasa keadilan, dan yang terpenting: harapan baru bagi warga lain yang mungkin mengalami nasib serupa di negeri seberang,” ujarnya.
Peristiwa ini, lanjut Dian, menjadi cermin pembelajaran bagi semua. Sebuah hikmah pahit agar masyarakat lebih waspada, tidak mudah tergiur janji-janji kerja yang terdengar indah namun tak berpijak pada kenyataan.
“Supaya lebih hati-hati dan tidak mudah tergiur ajakan bekerja ke luar negeri yang tidak realistis,” pesannya.
Di akhir, doa pun mengalir—sebagai penutup dari kisah penyelamatan ini.
“Mudah-mudahan dedikasi Bapak Kapolri beserta seluruh jajaran mendapat rahmat dan balasan setimpal dari Allah.”
Dan di antara pulangnya sembilan anak bangsa itu, tersisa pesan yang lebih besar: ketika negara hadir tepat waktu, harapan selalu menemukan jalan pulang.
Selain Bupati Kuningan Turut Hadir dalam Penjemputan Kapolres kuningan, AKBP.M.Ali Akbar, Sik.MSi. , Kasaat Reskrim, Dr. Elon Carllan, Dan keluarga besar Dimas dan Pendamping dari MPK.
Kedua Orang Tua Dimas, Sebelum Penjemputan menyampaikan Ucapan Trimakasih, Kepada Bapa Andi Gani Nena Wea,SH.MH, Kapolri, Bupati Kuningan , Kapolres dan Jajaran Atas Kerja kersa dan Bantuan Yang luar biasa. alhamdulilah hari Ini anak kami bisa selamat. Dan semoga Pak Nasi Gani Sehat Selalu, Terima kasih semua nya , ujar Ayah Dimas Sebelum Penjemputan ke jakarta.
- Penulis: Admin







