Kelapa Genjah Jadi Harapan Baru, Pemkab Kuningan Dorong Alih Komoditas Pertanian Berkelanjutan
- account_circle sep
- calendar_month Ming, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kelapa Genjah Siap Untuk Ditanam Di Kuningan
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi petani sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan), Pemkab Kuningan menyalurkan Bantuan Bibit Kelapa Genjah dan Pupuk Organik Powder kepada masyarakat tani, sebagai bagian dari strategi pengembangan komoditas perkebunan yang adaptif dan ramah lingkungan.
Salah satu lokasi monitoring program ini berlangsung di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Karangkancana, Kamis (8/1/2026). Bantuan tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan disalurkan langsung kepada kelompok tani penerima manfaat.
Program ini tidak sekadar bantuan sarana produksi, melainkan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong alih komoditas dari tanaman kelapa sawit menuju komoditas yang lebih sesuai dengan karakter wilayah Kuningan, berkelanjutan, serta memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi petani.
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menjelaskan bahwa khusus di Desa Tanjungkerta, bantuan yang disalurkan berupa 4.070 bibit kelapa genjah dan 12.210 kilogram pupuk organik powder.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung petani. Kelapa genjah kami dorong sebagai komoditas unggulan baru yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan, sekaligus alternatif alih komoditas dari kelapa sawit, dengan dukungan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan produktivitas lahan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Diskatan Kabupaten Kuningan telah menyalurkan 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik ke berbagai wilayah, yang diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas kurang lebih 350 hektare.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pelayanan publik, Kepala Diskatan turut melakukan monitoring langsung ke lapangan guna memastikan bantuan diterima dengan baik, tepat sasaran, dan siap dimanfaatkan oleh petani.
“Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mengawal agar program ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi petani,” tegas Wahyu.
Dari sisi potensi usaha, kelapa genjah memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya masa berbuah yang relatif cepat pada usia 3–4 tahun, produksi stabil sepanjang tahun, serta permintaan pasar yang terus meningkat. Selain air kelapa yang bernilai konsumsi tinggi, daging buahnya dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai jual, seperti santan dan minyak kelapa.
Melalui program ini, Pemkab Kuningan berharap lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
- Penulis: sep







