Dishub Kuningan Petakan Potensi Baru PAD Lewat Terminal dan Parkir
- account_circle sep
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kadishub.m.nurdijanto Sh Msi
Kuningan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan terus mengintensifkan berbagai upaya strategis dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan melalui pendataan ulang serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas perhubungan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Kuningan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan terus mengintensifkan berbagai upaya strategis dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan melalui pendataan ulang serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas perhubungan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Mochamad Nurdijanto, SH,. M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap potensi-potensi sumber pendapatan daerah, termasuk fasilitas yang sudah ada namun belum terakomodasi secara optimal. Tidak hanya itu, Dishub juga berupaya menghidupkan kembali sejumlah lokasi strategis yang selama ini kurang tersentuh dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber PAD baru.
Salah satu fokus utama adalah Terminal Paniis yang berada di wilayah Kecamatan Pasawahan. Terminal tersebut diupayakan untuk dapat kembali difungsikan secara optimal, sejalan dengan potensi kawasan Pasawahan yang berdekatan dengan berbagai destinasi wisata unggulan, seperti Desa Wisata Cibuntu dan objek wisata alam lainnya.Ujar Kadishub
Terminal Paniis memiliki lahan dan fasilitas yang cukup luas. Sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, kami membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk pemanfaatan terminal sebagai terminal wisata, tentunya dengan tetap menyesuaikan regulasi dan arahan pimpinan daerah,” ujarnya.
Dalam perencanaannya, Dishub juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, guna memastikan pengembangan terminal sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan konsep pengembangan wilayah. Sesuai rencana awal, terminal tersebut diharapkan menjadi titik transit kendaraan besar, sementara mobil kecil melanjutkan perjalanan ke desa-desa wisata, sehingga fungsi terminal lebih tepat sasaran.
Selain itu, Dishub memastikan bahwa petugas tetap siaga setiap hari di lokasi terminal, baik untuk sosialisasi, penyampaian informasi, hingga edukasi terkait aturan dan kebijakan baru di bidang perhubungan. Upaya ini juga bertujuan menjaga eksistensi terminal sembari menunggu proses optimalisasi berjalan.
Ke depan, Dishub Kabupaten Kuningan juga merancang pengembangan pusat oleh-oleh dan area UMKM di sekitar terminal, dilengkapi dengan lahan parkir yang memadai. Konsep ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal sekaligus menjadi sumber PAD yang berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Perhubungan optimistis optimalisasi terminal, sub terminal, serta pengelolaan parkir dapat menjadi motor penggerak peningkatan PAD, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pelayanan transportasi di Kabupaten Kuningan.
menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap potensi-potensi sumber pendapatan daerah, termasuk fasilitas yang sudah ada namun belum terakomodasi secara optimal. Tidak hanya itu, Dishub juga berupaya menghidupkan kembali sejumlah lokasi strategis yang selama ini kurang tersentuh dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber PAD baru.
Salah satu fokus utama adalah Terminal Paniis yang berada di wilayah Kecamatan Pasawahan. Terminal tersebut diupayakan untuk dapat kembali difungsikan secara optimal, sejalan dengan potensi kawasan Pasawahan yang berdekatan dengan berbagai destinasi wisata unggulan, seperti Desa Wisata Cibuntu dan objek wisata alam lainnya.
“Terminal Paniis memiliki lahan dan fasilitas yang cukup luas. Sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, kami membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk pemanfaatan terminal sebagai terminal wisata, tentunya dengan tetap menyesuaikan regulasi dan arahan pimpinan daerah,” ujar pihak Dishub.
Dalam perencanaannya, Dishub juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, guna memastikan pengembangan terminal sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan konsep pengembangan wilayah. Sesuai rencana awal, terminal tersebut diharapkan menjadi titik transit kendaraan besar, sementara mobil kecil melanjutkan perjalanan ke desa-desa wisata, sehingga fungsi terminal lebih tepat sasaran.
Selain itu, Dishub memastikan bahwa petugas tetap siaga setiap hari di lokasi terminal, baik untuk sosialisasi, penyampaian informasi, hingga edukasi terkait aturan dan kebijakan baru di bidang perhubungan. Upaya ini juga bertujuan menjaga eksistensi terminal sembari menunggu proses optimalisasi berjalan.
Ke depan, Dishub Kabupaten Kuningan juga merancang pengembangan pusat oleh-oleh dan area UMKM di sekitar terminal, dilengkapi dengan lahan parkir yang memadai. Konsep ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal sekaligus menjadi sumber PAD yang berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Perhubungan optimistis optimalisasi terminal, sub terminal, serta pengelolaan parkir dapat menjadi motor penggerak peningkatan PAD, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pelayanan transportasi di Kabupaten Kuningan.
- Penulis: sep