Kematian Ikan Dewa Cigugur Capai 762 Ekor, Pemkab Kuningan Bongkar Saluran Air Kolam
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wabub Tuti Saat Meninjau Lokasi
KUNINGAN — Kematian massal ikan dewa kembali terjadi di Kolam Cigugur, Kabupaten Kuningan. Hingga Minggu (8/2/2026), jumlah ikan dewa yang mati tercatat telah mencapai 762 ekor dan masih berpotensi bertambah. Pemerintah Kabupaten Kuningan pun bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna mencegah dampak yang lebih luas.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Saluran Air Tengah Dibongkar
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn. menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung proses pembongkaran saluran air yang diduga menjadi salah satu penyebab terganggunya ekosistem kolam ikan dewa.
Sampai hari ini jumlah ikan dewa yang mati sudah mencapai 762 ekor dan kemungkinan masih bertambah. Pemerintah daerah tengah berupaya maksimal untuk menangani permasalahan ini,” ujar Wabub di lokasi.
Menurut Wakil Bupati, salah satu faktor utama yang memicu kematian ikan dewa adalah tertutupnya sirkulasi air di Kolam Cigugur. Kondisi tersebut menyebabkan ikan tidak mendapatkan aliran air segar yang cukup, sehingga berdampak pada aktivitas dan kelangsungan hidup ikan. Dan saat ini sirkulasi air di kolam memang tertutup, sehingga ikan tidak memiliki ruang untuk bolak-balik menghirup air yang lebih segar,” jelasnya.

Kabid Perikanan Saat Mengecek Saluran Air
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Kuningan, Deni, menambahkan bahwa berdasarkan hasil penelitian sementara, ditemukan adanya perubahan struktur saluran air yang mengganggu aliran alami.
Sebelumnya saluran ini dipasangi coran setinggi sekitar 50 sentimeter. Hari ini akan dicoba digali kembali sedalam 50 sentimeter agar kembali sama dengan permukaan awal,” ungkap Deni.
Ia menjelaskan, sistem pengairan yang ada dibuat seakan-akan air mengalir, namun sebenarnya aliran air di bagian bawah tertahan. Volume air berkurang karena sistem pembuangan dinaikkan, kemudian ditutup dan dicor. Akibatnya, air terlihat penuh di permukaan, tetapi air di bagian bawah tidak mengalir dan mengendap.Air yang mengendap di bawah tidak terbuang, sehingga kualitas air menurun. Ini yang harus diubah. Pola pengairannya perlu diperbaiki, tambahnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah kini mengupayakan pembongkaran beton yang menghambat aliran air agar sirkulasi kembali normal dan ekosistem kolam ikan dewa dapat pulih secara bertahap.
Pemkab Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan serta melakukan langkah-langkah lanjutan demi menjaga kelestarian ikan dewa yang memiliki nilai historis, ekologis, dan budaya tinggi bagi masyarakat Cigugur dan Kabupaten Kuningan.
- Penulis: Admin