Tradisi Munggahan Dongkrak Permintaan, Harga Daging Sapi di Pasar Baru Kuningan Tembus Rp150 Ribu per Kilogram
- account_circle Sep
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hds Beef Diserbu Pelanggan
jelajahtvnews.com,- Menjelang tradisi munggahan atau tiga hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, aktivitas ekonomi di Pasar Baru Kuningan mulai menggeliat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Pesanan Pelanggan Untuk Muggahan
Suasana pasar tampak lebih ramai dari biasanya, dengan masyarakat yang berbondong-bondong membeli berbagai kebutuhan pokok untuk persiapan menyambut bulan suci.Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah daging sapi.
Saat ini, harga daging sapi mencapai kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin menyiapkan hidangan spesial bersama keluarga.
Tradisi munggahan yang telah menjadi budaya masyarakat Kuningan ini mendorong lonjakan belanja, khususnya bahan pangan utama seperti daging sapi. Bahkan, sejak dini hari, sejumlah pelanggan setia sudah datang dan rela menunggu demi mendapatkan daging berkualitas.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Baru Kuningan, Haji Didi Sutardi, pemilik HDS Beef, mengungkapkan bahwa permintaan daging sapi meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Saat Melayani Para Pelnggan
Hingga pukul sembilan pagi, pihaknya telah menghabiskan empat ekor sapi dan masih berpotensi menambah pasokan.
Pelanggan yang datang tidak hanya dari wilayah sekitar kota, tetapi juga dari berbagai kecamatan seperti Ciwaru, Hantara, Luragung, Cibingbin, hingga wilayah selatan Kabupaten Kuningan.
Bahkan, sebagian pelanggan setia sudah menunggu sejak malam hari untuk mendapatkan daging.
Rata-rata pembeli datang untuk memenuhi kebutuhan paket Lebaran, keperluan usaha, maupun persiapan konsumsi selama bulan puasa. HDS Beef sendiri menyediakan berbagai bagian daging, mulai dari daging segar, iga, jeroan, buntut, hingga kaki sapi.
Meski harga mengalami kenaikan sekitar sepuluh hingga dua puluh ribu rupiah per kilogram dibandingkan hari biasa, hal tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli.
Kondisi ini menunjukkan meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat menjelang Ramadhan. Tradisi munggahan tidak hanya memiliki makna spiritual sebagai bentuk rasa syukur dan persiapan menyambut bulan suci, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para pedagang di pasar tradisional.
Para pedagang pun berharap, peningkatan permintaan ini dapat terus berlanjut hingga awal Ramadhan, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan mereka sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
- Penulis: Sep
