Dinkes Kuningan Tingkatkan Kewaspadaan, Puluhan Balita di Kuningan Terdata Suspek Campak
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Deden Supardan
jelajahtvnews.com,- Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan meningkatkan kewaspadaan menyusul mulai munculnya kasus suspek Campak di sejumlah wilayah. Hingga Kamis, tercatat sekitar 30 balita terdata sebagai suspek sejak Januari 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut Kepala dinas Kesehatan Dr Edi Martono MARS, Melalui Bidang
Epidemiolog Kesehata, Dinas Kesehatan Kuningan, Deden Supardan, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan dan pencegahan sejak laporan kasus mulai diterima beberapa minggu lalu.
Menurutnya, Dinas Kesehatan telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Puskesmas di Kabupaten Kuningan melalui pertemuan daring guna meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus campak.
“Beberapa minggu sebelumnya kami sudah menerima laporan adanya kasus campak, kebanyakan laporan datang dari rumah sakit. Anak-anak atau balita yang sakit biasanya langsung dibawa orang tuanya ke rumah sakit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rumah sakit di Kuningan secara rutin melaporkan temuan kasus kepada Dinas Kesehatan. Dari laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat untuk melakukan investigasi epidemiologi di lingkungan tempat tinggal pasien.
Langkah yang dilakukan antara lain penelusuran kontak di sekitar pasien, pemeriksaan status imunisasi balita di lingkungan sekitar, serta pemberian vitamin A kepada anak yang terdampak.
“Balita yang terkena dampak diberikan vitamin A, kemudian kami juga melakukan investigasi terhadap balita di sekitarnya, termasuk tetangga sekitar. Kami cek apakah status imunisasinya lengkap atau belum. Jika belum, kami langsung mendorong untuk segera melakukan imunisasi,” jelasnya.
Deden menambahkan, penyakit campak merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi rutin. Karena itu, salah satu upaya utama pencegahan adalah memastikan balita mendapatkan vaksinasi lengkap melalui layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian kasus yang ditemukan memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, khususnya wilayah Jabodetabek.
“Beberapa kasus memang berasal dari luar kota, terutama dari Jabodetabek. Anak yang sakit dirawat terlebih dahulu di rumah sakit, kemudian setelah membaik baru kembali ke Kuningan.
Dari situ kami melakukan langkah pengawasan serta isolasi sesuai prosedur,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini kondisi masih dapat dikendalikan. Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.
“Campak ini termasuk penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Jadi kami mengajak masyarakat untuk rutin membawa balita ke posyandu agar mendapatkan imunisasi secara lengkap,” pungkasnya.
- Penulis: Admin
