Jelang Lebaran, Diskopdagperin Kuningan Imbau Warga Belanja Bijak dan Tidak Berlebihan
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kadiskopdagperin Kuningan Toni Kusumanto Ap.msi
KUNINGAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) terus melakukan langkah antisipatif untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok di pasaran.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas penting bagi masyarakat.
Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang momentum hari raya yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi.
Menurutnya, ketersediaan pasokan menjadi faktor utama dalam menekan potensi kenaikan harga, terutama untuk komoditas utama seperti minyak goreng dan berbagai kebutuhan sembako.
“Antisipasi yang kami lakukan adalah memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok di masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat dengan daya beli rendah. Program operasi pasar ini sudah dilaksanakan di 10 kecamatan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Diskopdagperin juga akan kembali menggelar operasi pasar di dua wilayah lainnya, yakni Luragung dan Cilimus, sebagai bagian dari program pemerintah provinsi melalui Dinas Perdagangan.
Selain memastikan stabilitas harga, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan menjelang Lebaran.
Toni mengingatkan bahwa meningkatnya permintaan menjelang Lebaran seringkali memicu kepanikan belanja di masyarakat, yang pada akhirnya justru mempercepat kenaikan harga di pasar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak berbelanja secara berlebihan. Belanjalah sesuai kebutuhan saja,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa setelah Lebaran biasanya permintaan bahan pokok masih cukup tinggi karena memasuki bulan Syawal, yang identik dengan berbagai acara hajatan di masyarakat.
Hal tersebut tentu akan memengaruhi kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional, sehingga pengendalian konsumsi masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas harga.
Diskopdagperin berharap melalui operasi pasar, sidak pasar, serta kesadaran masyarakat dalam berbelanja secara bijak, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kuningan dapat tetap terjaga hingga momentum Lebaran.
- Penulis: Admin
