Dari Ide ke Aksi: Saatnya Pemda Kuningan Ciptakan Wisata Unggulan Penopang PAD
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Camat Mandirancan Sri Waluya Suoarmanspd.mpd
KUNINGAN,- Dorongan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan semakin menguat, seiring berkembangnya sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap optimal oleh pemerintah daerah sebagai pemilik aset.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sejumlah gagasan mulai mencuat, menyoroti pentingnya peran aktif Pemda sebagai owner dalam mengembangkan dan menciptakan objek wisata baru yang berdaya saing. Selama ini, beberapa destinasi seperti Sangkanurip dengan pemandian air panasnya, maupun kawasan lain seperti KRK dan OSG, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih maksimal melalui pengelolaan profesional.
Haltersebut Disampaikan, Sri Waluya Suparman, S.Pd., M.Pd., Selaku Camat Mandirancan, yang ingin berkontribusi dalam ide dan gagasan untuk pengembangan Kuningan lebih melesat, ujar. Saat menyampaikan kepada jelajahtvnews.com.
Dalam Pengembangan pembangunan wilayah Mandirancan, Rencananya Camat Mandirancan Tengah Mengusulkan perencanaan pembukaan Jalan baru Spanjang 2 Kilometer sebagai akses jalan wisata yang menguhubungkan Anatar Wisata wisata yang ada di kawanan Utara Kuningan. Yang akan bekerjasama dengan Program TMMD. Ujarnya.
Dalam obrolannya dengan jelajah, Camat Mandirancan Mengungkapkan, untuk membantu PAD Kuningan , ada beberapa ide gagasan,lp skema yang diusulkan, pengelolaan dapat dilakukan oleh PDAU melalui surat penugasan resmi. Namun, kontribusi terhadap PAD harus diperkuat, sehingga manfaat ekonomi dapat lebih besar dirasakan oleh daerah.
Tak hanya itu, konsep pengembangan wisata juga didorong lebih inovatif dan edukatif. Ide seperti taman apiari (budidaya lebah), taman bunga dengan ragam varietas, hingga taman burung yang representatif dinilai mampu menjadi daya tarik baru sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.
“Wisata tidak cukup hanya indah, tapi juga harus punya nilai edukasi dan pengalaman unik,” ungkap salah satu penggagas ide pembangunan.
Menariknya, keberhasilan sejumlah desa dalam mengelola potensi wisata secara mandiri menjadi cermin bahwa inovasi bukan hal yang mustahil.
Hal ini justru memunculkan pertanyaan kritis: jika desa mampu, mengapa pemerintah daerah belum sepenuhnya menghadirkan terobosan baru yang signifikan?
Gagasan ini menjadi sumber inspirasi sekaligus tantangan bagi Pemda Kuningan untuk tidak hanya mengandalkan potensi yang ada, tetapi juga berani menciptakan destinasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan PAD secara berkelanjutan.
Momentum ini dinilai tepat untuk melahirkan kebijakan progresif, berbasis inovasi dan kolaborasi, demi menjadikan Kuningan sebagai daerah wisata unggulan yang tidak hanya ramai, tetapi juga produktif secara ekonomi.
- Penulis: Admin













