Kejar Target LTT Maret 2026, Pemkab Kuningan Pacu Percepatan Tanam Demi Ketahanan Pangan Nasional
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kadiskatan Kuningan Dr Wahyu Hidayah Msi
KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memacu percepatan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mengejar target bulan Maret 2026 yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Hingga 26 Maret 2026, capaian LTT di Kabupaten Kuningan telah mencapai 86,99 persen dari total target bulanan seluas 5.153 hektare. Angka tersebut menunjukkan progres signifikan, meski masih menyisakan waktu terbatas untuk mencapai target optimal.
Percepatan tanam ini menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Tanaman Pangan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa target LTT bersifat dinamis dan ditentukan secara nasional setiap bulan, sehingga pemerintah daerah harus mampu menyesuaikan ritme tanam sesuai kalender yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, apabila target pada bulan berjalan belum tercapai, maka sisa capaian akan diakumulasikan ke bulan berikutnya. Oleh karena itu, seluruh potensi yang ada harus dimaksimalkan agar target bulan Maret dapat terpenuhi.
Peran penyuluh dan petugas lapangan disebut menjadi kunci dalam percepatan ini. Mereka bertugas memastikan kesiapan lahan, kelancaran distribusi sarana produksi, hingga memberikan pendampingan langsung kepada petani di lapangan.
Selain percepatan tanam, Rakor juga menyoroti pentingnya sistem data LTT yang akurat dan terintegrasi. Pelaporan dilakukan secara berjenjang melalui platform e-Pusluh, mulai dari tingkat lapangan hingga pusat, guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data real-time.
Dalam upaya mendukung LTT 2026, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai program lintas subsektor. Pada subsektor serealia, intervensi dilakukan melalui penyediaan benih padi, termasuk varietas biofortifikasi, pengembangan padi gogo, serta penerapan budidaya yang efisien dan ramah lingkungan.
Dukungan dari APBD juga dialokasikan melalui program BERNAS (Benih untuk Rakyat Meningkatkan Produktivitas) seluas 750 hektare, serta penguatan komoditas jagung.
Sementara itu, pada sektor prasarana dan sarana pertanian, program difokuskan pada optimalisasi lahan seluas 700 hektare, pembangunan dan rehabilitasi sumber air, jaringan irigasi tersier, serta pengembangan sistem perpompaan dan pipanisasi.
Penguatan diversifikasi pangan juga terus didorong melalui pengembangan komoditas aneka kacang dan umbi, di antaranya ubi jalar seluas 285 hektare, kacang hijau 119 hektare, serta kedelai 165 hektare.
Pemerintah daerah optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, Kabupaten Kuningan mampu menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penopang produksi pangan di Jawa Barat.
- Penulis: Admin













