Kuningan Tancap Gas Panen Lebih Awal, 78 Persen Sawah Rampung di Maret 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kuningan Salip Waktu
KUNINGAN — Kabupaten Kuningan menorehkan capaian impresif di sektor pertanian dengan menyelesaikan sekitar 78 persen panen padi hingga akhir Maret 2026. Di saat sejumlah daerah sentra produksi di wilayah pantai utara Jawa Barat masih bersiap menghadapi panen raya pada April, Kuningan justru telah lebih dulu melampaui fase tersebut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dr.wahyu Hidayahmsi Kepala Diskatan
Dari total luas baku sawah (LBS) sebesar 26.016 hektare, sebanyak 20.310 hektare telah berhasil dipanen. Puncak panen terjadi pada Maret dengan luas mencapai 12.488 hektare, hampir setengah dari total area, menandakan percepatan signifikan dalam siklus tanam dan panen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam menopang kebutuhan beras nasional sejak awal tahun.
“Per akhir Maret, sekitar 78 persen sawah di Kuningan sudah panen. Ini menunjukkan percepatan yang konsisten dan menjadi kontribusi nyata sebagai penyangga awal pasokan beras nasional,” ujarnya.
Percepatan ini terlihat dari tren peningkatan luas panen sejak awal tahun. Januari mencatat 2.669 hektare, Februari naik menjadi 5.153 hektare, dan melonjak tajam pada Maret hingga 12.488 hektare.
Keunggulan Kuningan tak lepas dari kondisi geografisnya sebagai wilayah hulu dengan sumber air melimpah dari kawasan pegunungan, serta sistem irigasi gravitasi yang mendukung stabilitas air sepanjang musim. Faktor ini memungkinkan petani memulai masa tanam lebih awal dibandingkan wilayah lain.
Sementara itu, daerah pantura seperti Kabupaten Cirebon dan Indramayu menunjukkan pola panen berbeda. Aktivitas panen di awal tahun relatif terbatas, dengan puncak panen baru diperkirakan terjadi pada April hingga Mei.
Menurut Wahyu, perbedaan waktu panen ini justru menjadi kekuatan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Distribusi waktu panen yang tidak serempak membuat pasokan beras tetap stabil sepanjang tahun. Kuningan mengisi fase awal, sementara wilayah lain menopang fase berikutnya,” jelasnya.

Area Lahan Pertanian Siap Panen
Dengan capaian ini, Kuningan tidak hanya menegaskan diri sebagai daerah produsen padi, tetapi juga memainkan peran strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan nasional di awal tahun 2026.
- Penulis: Admin













