Perkuat Ketahanan Pangan Nasional PDAU Kuningan, Jajaki Kerja Sama Distribusi Bawang Merah di GPIPS 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SIDOARJO — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga pangan terus diperkuat melalui sinergi antar daerah. Dalam momentum Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa Tahun 2026,
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Perumda Aneka Usaha Kuningan tampil aktif membangun kolaborasi strategis sektor pangan nasional di Komplek Pergudangan BULOG Banjar Kemantren, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 13 Mei 2026.
Kegiatan yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Pangan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Bank Indonesia, dan Perum BULOG itu menjadi ruang penting memperkuat konektivitas distribusi pangan antarwilayah, khususnya antara sentra produksi di Jawa Timur dan kebutuhan pasar di Jawa Barat.
Dalam agenda tersebut, Perumda Aneka Usaha Kuningan melakukan penjajakan kerja sama dengan Gapoktan Ruru Luhur Kabupaten Nganjuk terkait pengembangan distribusi dan pemasaran komoditas bawang merah.
Komoditas ini menjadi salah satu fokus utama dalam program pengendalian inflasi karena memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas harga pangan nasional.
Kerja sama itu diarahkan untuk menjamin ketersediaan pasokan bawang merah secara berkelanjutan, memperluas akses pemasaran antar daerah, memperkuat rantai pasok pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan keberlanjutan usaha pertanian.
Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk nyata penguatan sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah dan kelompok tani dalam menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih efektif, efisien, serta saling menguntungkan antara daerah produsen dan daerah pasar.
Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan, Adang Kurniawan, menegaskan bahwa kerja sama antar daerah merupakan strategi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi daerah, memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pasar produk lokal, hingga membuka akses jaringan distribusi yang lebih luas.
Melalui penguatan kerja sama antar daerah, Perumda Aneka Usaha Kuningan juga berupaya mendukung pembangunan ekonomi nasional, memperkuat daya saing usaha masyarakat, menciptakan mekanisme pasar yang sehat dan efisien, serta menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga pangan.
Partisipasi dalam GPIPS 2026 menjadi langkah strategis perusahaan daerah tersebut dalam menjalankan mandat pembangunan ekonomi daerah sekaligus mempertegas peran BUMD sebagai motor penggerak ketahanan pangan nasional.
Tidak hanya fokus pada sektor pangan, Perumda Aneka Usaha Kuningan juga terus mendorong integrasi ekonomi lokal melalui revitalisasi sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Pengembangan objek wisata Balong Dalem dan Cibeureum dilakukan dengan melibatkan UMKM lokal, BUMDes, dan Karang Taruna agar pertumbuhan ekonomi daerah berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Adang Kurniawan menilai sinergi antara penguatan sektor pangan dan pengembangan ekonomi lokal menjadi langkah penting menghadapi ketidakpastian global.
- Penulis: Admin


