H.Diding Wahyudin: Maleber Siap Jadi Sentra Bibit Sapi, Program “Kampung Ternak”
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Pemerintah Kecamatan Maleber mulai mengarahkan pembangunan ekonomi wilayah berbasis peternakan melalui program “Kampung Ternak”. Program tersebut digagas untuk menjadikan Maleber sebagai sentra pembibitan sapi mandiri yang mampu memenuhi kebutuhan bibit ternak di Kabupaten Kuningan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Hal tersebut Disampaikan Camat Maleber , H.Diding Wahyudin, Spd.MSi Diruangkerja Camat ,Jumat 8mei 2026.
Langkah ini dinilai strategis karena Maleber memiliki potensi alam yang mendukung, mulai dari ketersediaan lahan hingga sumber pakan ternak yang melimpah. Pemerintah kecamatan pun telah memetakan sejumlah desa pegunungan untuk difokuskan sebagai kawasan pengembangan peternakan terpadu. Ujarnya.
Beberapa desa yang dipersiapkan menjadi motor penggerak program tersebut antara lain Desa Padamulya, Mekarsari, Galaherang, Garahaji, Cipakem, dan Giriwaringin. Sementara wilayah dataran rendah tetap diarahkan untuk mendukung sektor pertanian.
Camat Maleber mengatakan, tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal infrastruktur atau modal, tetapi mengubah pola pikir masyarakat peternak. Selama ini mayoritas peternak lebih memilih sistem penggemukan sapi dibanding pembibitan.
Melalui program “Kampung Ternak”, pemerintah kecamatan akan mendorong masyarakat beralih ke sistem breeding atau pembibitan sapi yang dinilai memiliki nilai ekonomi lebih besar dan berkelanjutan.
Menurutnya, potensi pasar pembibitan sapi di wilayah Kuningan Selatan dan Timur sangat besar. Kebutuhan pedetan diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ekor setiap tahun. Namun selama ini, kebutuhan tersebut masih dipasok dari luar daerah seperti Tasikmalaya hingga Jawa Tengah. Ujar H.Didiing.
Kondisi itu menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Maleber untuk tampil sebagai pemasok utama bibit sapi lokal berkualitas. Selain meningkatkan pendapatan peternak, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi desa dan menciptakan lapangan usaha baru berbasis peternakan rakyat.
Jika berjalan optimal, “Kampung Ternak” diyakini tidak hanya menjadi solusi kebutuhan bibit sapi di Kuningan, tetapi juga dapat menjadikan Maleber sebagai salah satu pusat ekonomi peternakan baru di wilayah timur Jawa Barat.
- Penulis: Admin


