Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Abidin Soroti “Kontradiksi Januari” Tunjangan DPRD Kuningan, Potensi TGR Mengintai

Abidin Soroti “Kontradiksi Januari” Tunjangan DPRD Kuningan, Potensi TGR Mengintai

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN – Pengamat Kebijakan Publik Kabupaten Kuningan, Abidin, S.E., membongkar kontradiksi serius dalam polemik tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi DPRD Kabupaten Kuningan yang nilainya mencapai Rp1.784.200.000.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Angka jumbo itu terdiri dari tunjangan perumahan Rp1.087.000.000 dan tunjangan transportasi Rp697.200.000. Namun yang menjadi sorotan tajam bukan semata besarannya, melainkan fakta bahwa tunjangan bulan Januari 2026 telah lebih dulu dicairkan, sementara Peraturan Bupati (Perbup) yang menjadi dasar penetapan nominal hingga hari ini masih berproses dan belum rampung.

“Di sinilah kontradiksinya. Januari sudah dicairkan, tapi Februari sampai sekarang tertahan karena Perbup belum selesai. Kalau alasannya regulasi belum ada, lalu atas dasar apa Januari bisa lebih dulu dibayarkan?” tegas Abidin, Senin (6/4/2026).

Menurut Abidin, kontradiksi Januari menjadi pintu masuk paling telanjang untuk menguji legalitas kebijakan keuangan daerah.
Ia menegaskan, PP Nomor 18 Tahun 2017 Pasal 17 ayat (1) sampai ayat (4) secara jelas mengatur bahwa besaran tunjangan perumahan dan transportasi harus memperhatikan asas kepatutan, kewajaran, rasionalitas, serta standar harga sewa setempat.

Lebih tegas lagi, Pasal 17 ayat (6) memerintahkan bahwa besaran tunjangan tersebut wajib diatur lebih lanjut dalam Peraturan Kepala Daerah.

Dengan konstruksi norma itu, kata Abidin, maka selama Perbup belum ditetapkan, angka final tunjangan rumah dan transport secara administratif belum “lahir”.

“Haknya memang ada dalam PP, tapi besarannya baru sah setelah Perbup menetapkan nominal berbasis appraisal dan standar harga sewa. Kalau Januari dibayar sebelum fase itu selesai, maka Januari menjadi titik kontradiksi yang sangat rawan,” ujarnya.

Ia menyebut langkah menahan pembayaran Februari hingga April justru memperkuat problem Januari.

Sebab, ketika pemerintah daerah beralasan pencairan ditunda karena Perbup masih digodok, secara tidak langsung pemerintah mengakui dasar hukum teknis belum lengkap.

“Kalau Februari ditahan karena Perbup belum ada, maka Januari yang sudah cair justru tampak sebagai pembayaran yang mendahului norma. Ini yang bisa menjadi pintu masuk audit,” lontarnya.

Abidin menilai kondisi ini berbahaya bila nantinya Perbup yang masih disusun dipakai untuk membenarkan pencairan Januari atau merapel bulan-bulan setelahnya.

Menurutnya, langkah tersebut sangat rawan masuk kategori berlaku surut, yakni penggunaan aturan yang lahir belakangan untuk melegitimasi tindakan administrasi yang telah lebih dulu terjadi.

“Perbup tidak boleh dijadikan karpet merah untuk menyapu persoalan Januari. Kalau dipaksakan berlaku ke belakang, ini berpotensi berbenturan dengan asas non retroaktif,” katanya.

Di titik itu, lanjut dia, muncul ancaman Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

Jika nominal final dalam Perbup lebih rendah dari nilai Januari yang sudah telanjur cair atau dari angka yang direncanakan untuk dirapel, maka selisihnya berubah menjadi kelebihan bayar.

Namun skenario paling berat adalah jika auditor menilai Januari dibayar saat dasar teknis belum sempurna.

“Kalau audit menyatakan Januari dibayar tanpa dasar Perbup yang sah, maka bukan cuma selisih. Seluruh pos tunjangan rumah dan transport Rp1,784 miliar bisa menjadi objek TGR,” tandas Abidin.

Ia menegaskan, kontradiksi Januari harus dijelaskan terbuka oleh BPKAD, Sekretariat DPRD, dan TAPD, karena persoalan ini tidak lagi sekadar polemik politik, melainkan sudah menyentuh asas legalitas penggunaan APBD.

“Pertanyaan publik sederhana, kalau Perbup belum jadi sampai hari ini, kenapa Januari sudah berani dicairkan?” pungkasnya.

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan

    Diskanak Kuningan Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban, 1.000 “Kalung Sehat” Disiapkan Jelang Idul Adha

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan kembali menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik penjualan ternak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan benar-benar sehat, aman, dan layak konsumsi masyarakat.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Menurut drh. Rofiq Kepala […]

  • Peran Notaris & PPAT Penting Dalam Menciptakan Sistem Hukum Yang Tertib

    Peran Notaris & PPAT Penting Dalam Menciptakan Sistem Hukum Yang Tertib

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dalam sambutan wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani Menyampaikan, bahwa halal bi halal ini merupakan sarana membangun sinergi yang lebih baik antar pemerintah daerah dengan para notaris dan PPAT.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! “Peran notaris dan PPAT sangat penting dalam menciptakan sistem hukum yang tertib dan dapat dipercaya masyarakat. Kami […]

  • Mantan Bupati Banyumas Diminta Turun Tangan Atasi Krisis Sampah di Jabar

    Mantan Bupati Banyumas Diminta Turun Tangan Atasi Krisis Sampah di Jabar

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bandung jelajahtvnews.com,- Dalam situasi darurat sampah yang semakin mengkhawatirkan di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat, sebuah langkah cepat dan taktis diambil. Seorang tokoh yang pernah berhasil mengubah wajah pengelolaan sampah di Indonesia, mantan Bupati Banyumas, resmi diminta turun tangan.Oleh Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi.Thank you for reading […]

  • Acara Muscab Pkb Kuningan

    PKB Kuningan Berbenah: Inklusif Rangkul Non Muslim, Gen Z Jadi Motor Baru Politik

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kalau ingin menang, kita harus kuat sampai ke bawah. Struktur paling bawah itu penentu,” tegasnya.

  • Usai Ngopi Bareng Bupati,Kades Cileuya Tawarkan Potensi Pertanian, Peternakan, dan Wisata

    Usai Ngopi Bareng Bupati,Kades Cileuya Tawarkan Potensi Pertanian, Peternakan, dan Wisata

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Desa Cileuya yang berada di wilayah Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, terus menunjukkan geliat positif dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Desa Cileuya berada dalam zona iklim tropis yang sangat mendukung sektor pertanian dan peternakan. Komoditas utama warga berupa padi, jagung, dan aneka sayuran menjadi tumpuan […]

  • Lembaga Pendidikan Non formal SKB Kuningan Butuh Perhatian Pemerintah

    Lembaga Pendidikan Non formal SKB Kuningan Butuh Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews com,- Satu-satunya Satuan Pendidikan Non formal Negeri di Kabupaten Kuningan, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), tengah menghadapi berbagai kendala serius.bhalbtersebut disampaikan PLT Kepala SKB rabu 14 Mei 2025.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Menurut Plt. Kepala SKB Kuningan, Leni Rohmayani, mengungkapkan bahwa lembaganya tidak hanya menjadi tempat belajar setara Paket A, […]

expand_less