Puncak Musim Kemarau Tiba, Diskatan Kuningan Minta Petani Jangan Paksa Tanam Padi Jika Air Tak Mencukupi
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan mengimbau para petani agar lebih bijak dalam menentukan pola tanam. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi risiko gagal panen akibat menurunnya ketersediaan air.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Imbauan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan sebagian besar wilayah Indonesia tengah memasuki puncak musim kemarau dengan kondisi yang cenderung lebih kering dibanding biasanya.
Di Kabupaten Kuningan, perhatian utama tertuju pada wilayah tadah hujan dan daerah yang memiliki keterbatasan sumber air. Kawasan ini dinilai paling rentan mengalami kekeringan sehingga petani diminta menyesuaikan waktu tanam serta memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi minim air.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa keputusan memulai musim tanam harus didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, terutama ketersediaan air.
Menurutnya, petani tidak perlu memaksakan menanam padi apabila pasokan air tidak mencukupi karena risiko puso atau gagal panen akan jauh lebih besar. Sebagai alternatif, petani disarankan menanam komoditas yang lebih tahan terhadap musim kering, seperti jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, maupun tanaman palawija lainnya yang sesuai dengan karakteristik lahan.
Bagi petani yang telah menanam padi dan masih memiliki akses terhadap sumber air, Diskatan menyiapkan dukungan berupa peminjaman pompa air kepada kelompok tani sesuai dengan ketersediaan.
Selain itu, kelompok tani juga diminta berkoordinasi dengan UPTD Pertanian maupun Balai Penyuluhan Pertanian di masing-masing kecamatan untuk memperoleh pendampingan teknis serta bantuan yang diperlukan.
Diskatan juga mengimbau petani agar menggunakan air secara hemat, menjaga saluran irigasi tetap berfungsi, serta rutin memantau kondisi tanaman selama musim kemarau berlangsung.
Melalui pendampingan penyuluh pertanian, penyesuaian pola tanam, dan pengelolaan air yang efisien, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap produktivitas pertanian tetap terjaga, risiko gagal panen dapat ditekan, dan ketahanan pangan daerah tetap kuat menghadapi puncak musim kemarau
- Penulis: Admin





