Prihatin Kasus Perundungan, Pangeran Heru Kunjungi Korban di Desa Babakan Mulya
- account_circle Jelajah TvNews
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
JALAKSANA — Kepedulian dan empati terhadap korban perundungan atau bullying ditunjukkan oleh Sepuh Cirebon sekaligus yang Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional Republik Indonesiia dan penggagas gerakan Stop Bullying, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H.

Sultan Sepuh Cirebon saat berkunjung ke rumah korban
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada korban dan keluarga yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat dugaan perundungan yang dialami korban.
Selain mendoakan agar korban segera diberikan kesembuhan dan kekuatan, Pangeran Heru juga memberikan dukungan kepada keluarga, khususnya dalam penguatan batiniah. Ia turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi dengan anak serta mengenali perubahan perilaku yang dapat menjadi tanda bahwa seorang anak sedang menghadapi persoalan.
Menurutnya, perhatian orang tua terhadap kondisi anak sangat penting, terutama ketika anak berada di rumah. Perubahan sikap, kondisi emosional, hingga kebiasaan sehari-hari perlu diperhatikan secara serius.
Hal tersebut juga disampaikan oleh ibu korban. Ia menceritakan bahwa anaknya sempat terlihat lemas dan tidak berdaya sepanjang hari. Kondisi tersebut kemudian semakin mengkhawatirkan hingga korban mengalami pingsan dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Keluarga menyebut kondisi tersebut terjadi setelah korban diduga mengalami perundungan oleh mantan kakak kelasnya.
Di tengah kondisi yang sedang dihadapi, ibu korban menyampaikan harapan agar persoalan yang menimpa anaknya mendapatkan perhatian dan penanganan yang adil.
“Kami hanya meminta keadilan untuk anak kami,” ungkap ibu korban.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan bullying bukan sekadar persoalan kenakalan anak-anak. Perundungan dapat memberikan dampak terhadap kondisi fisik maupun psikologis korban sehingga membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan pihak terkait.
Gerakan Stop Bullying diharapkan dapat terus mendorong masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman, peduli, dan memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh tanpa rasa takut serta tanpa kekerasan.
- Penulis: Jelajah TvNews


