Wabub Tuti : 6 Tahun Saung Kopi Hawu, Menjaga Api Penyemangat Budaya Sunda
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN,- Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Saung Kopi Hawwu yang selama enam tahun konsisten menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Milangkala sekaligus menghidupkan seni dan budaya Sunda.
Apresiasi tersebut disampaikan Tuti Andriani dalam acara penutupan Milangkala Saung Kopi Hawwu ke-6, Minggu, 27 September 2026. Ia juga mengapresiasi berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan selama rangkaian kegiatan hingga malam penutupan.
Menurutnya, enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Di dalam perjalanan tersebut terdapat proses, perjuangan, kreativitas, dan konsistensi untuk mempertahankan sebuah konsep yang memiliki karakter tersendiri.
Dan Saung Kopi Hawwu tidak hanya hadir sebagai tempat kuliner, tetapi juga membawa konsep rumah makan khas Sunda yang berupaya mempertahankan suasana dan heritage kehidupan masyarakat zaman dahulu.
Di tengah perkembangan kehidupan modern, menurutnya, masyarakat semakin jarang menemukan suasana tradisional seperti rumah dengan nuansa masa lalu, peralatan rumah tangga zaman dahulu, makanan khas yang diolah secara tradisional, serta kebiasaan berkumpul dan berbincang bersama keluarga.
“Karena itu, apa yang dilakukan Saung Kopi Hawwu sesungguhnya memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar bisnis kuliner. Ada upaya untuk menjaga memori, menjaga identitas, dan memperkenalkan kembali budaya Sunda kepada generasi sekarang,” katanya.
Ia juga menyoroti salah satu kegiatan dalam rangkaian Milangkala, yakni “Mirun Hawu Ngasakeun Sangu”. Kegiatan tersebut dinilai mampu mengingatkan kembali masyarakat terhadap peran hawu dalam kehidupan keluarga Sunda pada masa lalu.
Hawu bukan sekadar tempat memasak. Di sekitarnya, keluarga berkumpul, makanan disiapkan, dan kebersamaan tumbuh. Dari kehidupan sederhana tersebut lahir nilai-nilai seperti gotong royong, penghormatan kepada orang tua, kebersamaan, serta rasa syukur atas rezeki.
Tuti berharap Saung Kopi Hawwu dapat terus berkembang dan menjadi salah satu bagian dari destinasi kuliner sekaligus wisata budaya di Kabupaten Kuningan.
“Kita boleh modern dalam cara berpikir, maju dalam teknologi, dan berkembang dalam ekonomi, tetapi identitas budaya harus tetap kita jaga,” tuturnya.

Pentas seni di puncak Milangkala saung kopi hawu
“Teruslah menyala seperti hawu, terus menghangatkan seperti api, dan terus memberikan rasa bagi masyarakat Kuningan,” ucapnya.
Dengan mengucapkan hamdalah, Tuti Andriani kemudian secara resmi menutup seluruh rangkaian Milangkala Saung Kopi Hawwu Tahun 2026. Yang berlangsung selama 23–27 September 2026.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar