Breaking News
light_mode
Beranda » Tah ieu » Mereka Kembali di Bawah Cahaya Purnama

Mereka Kembali di Bawah Cahaya Purnama

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Penulis Cerpen: Sep Rhdt

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

jelajahtvnews.com,- Malam itu, bulan purnama menggantung megah di langit. Sinarnya menyoroti sisa-sisa kejayaan sebuah kerajaan yang dulu berdiri kokoh di bawah kepemimpinan seorang raja yang bijaksana. Ia telah lama pergi, meninggalkan tahta yang kosong, dan dengan kepergiannya, kedamaian pun ikut terkikis.

Sanak keluarga yang dulu setia mendampinginya kini saling berseteru, berebut tahta yang telah kehilangan makna. Mereka membangun kekuatan masing-masing, saling menjatuhkan, hingga akhirnya kerajaan pecah, terpisah menjadi kepingan-kepingan kecil yang jauh dari kedamaian.

Bertahun-tahun berlalu, hingga akhirnya, salah satu dari mereka berhasil menduduki singgasana. Namun, tahta itu tidak lagi berdiri kokoh seperti dulu. Di balik kejayaannya, ada banyak kepentingan yang menyusup, banyak tangan yang ingin ikut mencengkeram kekuasaan. Apa yang dulu diperjuangkan bersama kini menjadi permainan bagi mereka yang haus akan kendali.

Para pengikut yang pernah percaya kini merasa kecewa. Mereka perlahan meninggalkan istana, berjalan menjauh menuju asal mereka, tempat di mana dulu mereka pernah hidup berdampingan tanpa kebencian.

Di bawah langit senja, langkah-langkah mereka membawa mereka kembali ke rumah-rumah lama, ke tempat di mana sejarah pernah ditulis dengan cinta dan pengorbanan. Di sana, di bawah cahaya purnama, mereka menemukan satu sama lain, sanak saudara yang dulu tercerai-berai.

Seorang ibu tua berdiri di ambang pintu rumah singgah, menyambut mereka dengan tatapan penuh kasih. Ia tersenyum dan berkata lembut, “Kembalilah, Nak. Tugasmu telah usai. Biarkan mereka yang kini berkuasa menyelesaikan permasalahan mereka sendiri. Berteduh lah di sini, di bawah sinar purnama. Karena esok, matahari akan terbit, membawa harapan baru.” ujar ibu tua yang mempunyai nama Dewi Kuning

Dan di bawah cahaya purnama itu, mereka mengerti. Kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan perjalanan. Kini, mereka memilih pulang, mencari ketenangan, menunggu fajar yang akan membawa kehidupan baru. Rahayu…Rahayu..Rahayu….

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20250929 215422

    Kuningan Raih Penghargaan JDIH 2025: Bukti Komitmen Menuju Pemerintahan Transparan dan Melayani

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews com,- Kabupaten Kuningan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa Barat. Dalam ajang Penghargaan Peningkatan Kinerja Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Tahun 2025, Kuningan berhasil meraih apresiasi bergengsi atas keberhasilannya menghadirkan keterbukaan hukum melalui transformasi digital. 29 September 2025 Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Penghargaan diserahkan oleh Wakil […]

  • Arief Komara Juragan Mie Mekarwangi

    “Semangkuk Harapan dari Kuningan: Kisah Arief Komara dan Mie Ayam Mekarwangi”

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle SEP
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com Tak semua keberhasilan dimulai dari rencana besar. Kadang, ia tumbuh dari secuil keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru. Begitulah kisah Arief Komara, SE, pria kelahiran ciamis yang kini dikenal sebagai pendiri “Mie Ayam Mekarwangi”, sebuah brand kuliner yang harum hingga luar daerah. Kisahnya berawal pada tahun 1999. Saat itu, Arief mengikuti sebuah festival kuliner […]

  • Kisah Karet Gelang dan Merah Putih Di lapang Pendopo Kuningan

    Kisah Karet Gelang dan Merah Putih Di lapang Pendopo Kuningan

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajhtvnews.com,- Pagi itu, udara terasa lebih khidmat dari biasanya. Langit Kuningan membiru pucat, seolah turut menunduk menyambut upacara sakral: Hari Kesaktian Pancasila. Di pendopo agung yang megah namun sederhana, seluruh petugas dan pasukan upacara telah bersiaga. Barisan para pejabat tinggi berdiri tegap menghadap tiang bendera. Wajah mereka menyatu dalam satu irama: hormat dan hening untuk […]

  • Seorang Buruh Meninggal Dunia Tertimpa Material Bangunan di Cirendang, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi Cepat

    Seorang Buruh Meninggal Dunia Tertimpa Material Bangunan di Cirendang, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi Cepat

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Seorang buruh bangunan bernama Dadan (30), warga Lembur Sukun, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan permanen di Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, pada Senin (14/7/2025) sore. Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat korban bersama rekan-rekannya […]

  • Img 20250815 155407

    Mang Ewo: Selter Sekda Ulang Kuningan Sah Secara Hukum, Langkah Korektif Bupati

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    Pengamat kebijakan publik Kuningan, Mang Ewo, angkat bicara terkait polemik pelaksanaan Seleksi Terbuka (Selter) jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di Kabupaten Kuningan. Ia menegaskan, keputusan Bupati Dian Rachmat Yanuar untuk menggelar Selter ulang sudah sesuai aturan dan memiliki dasar hukum yang kuat. Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Menurutnya, proses Selter Sekda […]

  • Di negara Inggris, Anak Sekolah di Bawah 10 Tahun Dilarang Puasa di Sekolah

    Di negara Inggris, Anak Sekolah di Bawah 10 Tahun Dilarang Puasa di Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle jelajahtv news
    • 0Komentar

    Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Inggris menghadapi tantangan unik saat menjalani bulan suci Ramadhan di negara dengan budaya yang berbeda. Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Aturan tentang puasa yang diterapkan pada anak-anak di sekolah adalah salah satu masalah yang cukup mengejutkan. Zakiyatul Mufidah, seorang WNI yang tinggal di […]

expand_less