Kapolri Pimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana, Siagakan Ribuan Personel dan Sarpras
- account_circle sep
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- comment 0 komentar

Kapolri Saat Melaksanakan Apel Siaga
DEPOK – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapan Polri dalam menghadapi potensi bencana alam yang diperkirakan meningkat seiring masuknya musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Dalam apel tersebut, Polri menyiagakan berbagai sarana dan prasarana (sarpras) pendukung tanggap darurat bencana, di antaranya 125 unit dapur lapangan, 77 unit water treatment, dan 23 unit watergen yang siap digunakan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang melaporkan bahwa 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. BMKG juga memprediksi puncak musim hujan akan terjadi antara November 2025 hingga Januari 2026, serta munculnya fenomena La Niña lemah yang berpotensi meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah hingga Februari 2026.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk terus hadir di garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam.
> “Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta rasa aman bagi masyarakat. Selain itu, apel ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral dalam merespon keadaan darurat, serta mempersiapkan personel dan sarpras guna memitigasi potensi bencana dan meminimalisir kerugian,” ujar Kapolri.
Apel kesiapan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga, baik TNI, BNPB, Basarnas, maupun pemerintah daerah, dalam mempercepat respon terhadap bencana.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan Polri dan seluruh unsur terkait mampu memberikan penanganan cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga dampak bencana terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.
- Penulis: sep
